Home / Berita Utama / Pipa Tua, Debit Menurun, Penyebab Layanan Air Bersih Kota Kaimana Tak Maksimal

Pipa Tua, Debit Menurun, Penyebab Layanan Air Bersih Kota Kaimana Tak Maksimal

Bagikan Artikel ini:

KAIMANANEWS.COM- Persoalan sulitnya mendapat air bersih di Kaimana bukan hanya dirasakan oleh masyarakat yang hidup di kampung-kampung, tetapi masyarakat yang tinggal di perkotaan juga merasakan hal yang sama.

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, sebagian besar masyarakat kota terpaksa membeli air tangki, bahkan tak sedikit pula warga yang memanfaatkan air tadah hujan untuk kebutuhan mandi, cuci maupun masak.

Mengatasi persoalan ini, Pemerintah Daerah melalui Dinas PUPR terus bergerak melakukan berbagai terobosan agar kebutuhan air masyarakat dapat terpenuhi. Namun untuk warga Kota Kaimana, layanan air bersih yang maksimal masih terbentur beberapa kendala yang menurut pihak UPTD (Unit Pelaksana Teknis Daerah) Air Bersih Dinas PUPR perlu dibenahi.

Selain debit air yang terus menurun karena faktor alam dan manusia, kendala lain yang cukup pelik adalah pipa transmisi untuk pendistribusian air ke pelanggan tak lagi berfungsi dengan benar. Bayangkan saja, pipa yang saat ini berfungsi mengalirkan air ke rumah pelanggan adalah pipa yang dipasang pada 37 tahun silam, tepatnya tahun 1985.

Baca Juga:  Bupati Kaimana Kukuhkan 33 Anggota Paskibra Tahun 2024

“Pipanya itu dari dipasang dari tahun 1985 sampai tahun 2022 saat ini, tidak pernah diperbaharui. Beberapa tahun belakangan ini, pipa juga sudah ada di badan jalan sehingga kita tidak bisa tahu lagi kebocorannya dimana. Yang terjadi ya masyarakat susah dapat air, belum lagi debit air sendiri juga sudah semakin menurun,” ungkap Stefanus Rahayaan, Kasi Administrasi UPTD Air Bersih Kota Kaimana ketika ditemui Jumat (20/5/2022).

Dikatakan, untuk tetap menjaga kepercayaan pelanggan yang saat ini tersisa 600-an, pihak UPTD Kaimana memberlakukan waktu pendistribusian air 2 hari sekali. Namun meski demikian aku pria yang pernah 13 tahun bekerja di PDAM Fakfak, masih banyak pula warga yang mengeluh tidak kebagian jatah air.

Baca Juga:  Sekda Sebut BKN Setujui Pemkab Kaimana Lakukan Perekrutan Tenaga PJLP

“Ini karena jaringan pipanya sudah hancur-hancuran. Bayangkan saja sudah 37 tahun belum pernah diganti. Jadi kita mau bicara pelayanan maksimal juga sudah susah karena kondisi pipanya memang sudah parah. Jumlah pelanggan juga terus menurun, dari 800-an diakhir tahun lalu, sekarang sisa 600-an. Itu pun kita mau tagih juga serba salah karena mereka kadang tidak dapat air. Harusnya kan ada timbal balik, mereka mau penuhi kewajiban, tapi hak mereka bagaimana. Ini yang kami sendiri sulit untuk bicara,” keluhnya.

Ditambahkan, UPTD sendiri sudah beberapa kali melakukan koordinasi dengan Dinas PUPR terkait layanan air bersih, namun hasil koordinasi dimaksud belum ada tindaklanjut. Rahayaan berharap, kedepan Dinas PUPR lebih fokus pada kegiatan pemenuhan kebutuhan air bersih untuk masyarakat. |RED|KN1|


Bagikan Artikel ini:

Check Also

Pelaku Usaha di Kaimana Kurang Patuh Laporkan Perkembangan Penanaman Modal

Bagikan Artikel ini: KAIMANANEWS.COM – Jumlah investasi yang terdata dalam Online Single Submission (OSS) atau …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *