
KAIMANANEWS.COM – Kampung Wainaga, Distrik Teluk Arguni akan membuka sebuah sanggar seni sebagai salah satu dari rencana kegiatan dalam program Satu Miliar Satu Kampung (Samisaka), dengan tujuan mendukung kreativitas masyarakat dalam memproduksi kerajinan khas bernuansa kearifan lokal.
Hal ini disampaikan salah satu Pendamping Kampung Program Samisaka, Siti Hadijah saat ditemui disela pelatihan penguatan kapasitas masyarakat melalui pembuatan Noken dan Panah yang digelar di Grand Papua Hotel Kaimana, Jumat (11/9/2026) lalu.
Dikatakan, sanggar akan didirikan di kota, selain sebagai tempat bagi masyarakat mengasah keterampilan, juga sebagai tempat atau galeri untuk memasarkan produk kerajinan tangan yang dihasilkan masyarakat kampung, seperti noken atau panah hasil pelatihan ini.
Selain itu, sanggar atau galeri juga akan difungsikan sebagai tempat menjual bahan baku produk kerajinan tangan, yang banyak terdapat di Kampung Wainaga.
“Kalau Tuhan sayang, sanggar yang nanti dibuka itu kita jadikan galeri juga untuk menjual hasil kerajinan tangan mama-mama dari kampung. Tetapi ada pemikiran juga, kita akan menjual bahan baku kerajinan tangan untuk yang membutuhkan. Mungkin ada yang cari susah dapat, tapi ada di Kampung Wainaga,” ungkapnya.
Ditambahkan, setelah pelatihan pembuatan noken dan panah, pihaknya berencana akan menggelar pelatihan pembuatan aksesories dari siput. “Setelah ini kami juga akan lakukan pelatihan bagaimana memanfaatkan kulit siput supaya mama-mama di kampung tambah ilmunya, walaupun pedalaman mereka tidak ketinggalan,” tandasnya.
Ia berharap, semua program yang sudah direncanakan dapat berjalan sesuai harapan, sehingga program Samisaka untuk Kampung Wainaga ini benar-benar membawa manfaat bagi petumbuhan ekonomi masyarakat. |isw|
KAIMANA NEWS Media Informasi Publik