
KAMPUNG Marsi Distrik Kaimana bakal dijadikan pilot project pengembangan pariwisata berkelanjutan, sekaligus dalam rangka mengikuti seleksi ISTA (Indonesian Sustainable Tourism Award) program Kementerian Pariwisata RI.
ISTA sendiri merupakan bentuk penghargaan bagi pengelola destinasi pariwisata, baik pengelola kawasan, agen travel, penyedia jasa, yayasan maupun masyarakat lokal. Salah satu point yang dinilai adalah bagaimana para peserta dapat mengembangkan pariwisata berkelanjutan.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kaimana, Usman Fenetiruma, SE menyampaikan ini saat dikonfirmasi terkait upaya pengembangan pariwisata di Kabupaten Kaimana. Dikatakan, untuk pengembangan pariwisata sendiri, tahun ini Pemerintah Provinsi Papua Barat menyarankan agar Kaimana menyiapkan Kampung Marsi sebagai pilot project pariwisata.
“Kampung Marsi ini selain mempunyai alam yang indah, tetapi juga disana sudah ada obyek wisata laut. Letak kampung juga sangat mudah diakses. Selain itu, ada juga beberapa daya tarik wisata yang telah dibangun untuk menunjang keberadaan Marsi sebagai obyek pariwisata, seperti tangga dan tempat pemandian serta lainnya,” ungkap Usman.

Untuk mempersiapkan Marsi mengikuti seleksi ISTA, sekaligus sebagai role model pengembangan pariwisata berkelanjutan di Kabupaten Kaimana kata Usman, pihaknya akan melengkapi beberapa sarana pendukung yang selama ini dibutuhkan pengunjung.
Dijelaskan, pilot project pengembangan pariwisata berkelanjutan ini, tidak hanya dilakukan oleh Kabupaten Kaimana, tetapi setiap kabupaten yang ada di Provinsi Papua Barat wajib menyiapkan satu kampung untuk dijadikan pilot project pengembangan pariwisata. Tujuannya adalah tidak hanya untuk menimbulkan daya tarik pengunjung, tetapi akan ada tim khusus dari ISTA yang akan turun melakukan penilaian.

Dari 13 kampung di 13 kabupaten se-Papua Barat terang Usman, hanya 5 yang akan diplilih mengikuti seleksi ISTA. “Nantinya dari 13 kabupaten ini, nantinya hanya 5 kampung yang dipilih untuk mengikuti seleksi ISTA. Kampung yang menang akan mendapat penghargaan dari Kementerian Pariwisata RI,” sebut Usman.

Namun disisi lain, pihaknya juga melirik potensi kampung Namatota yang dinilai layak dijadikan pilot project pengembangan pariwisata. Namatota lanjut Usman, cukup strategis sebagai lokasi diving dan pembangunan home stay bagi para wisatawan. Oleh karenanya, saran dan pendapat masyarakat sangat dibutuhkan agar salah satu dari dua kampung ini bisa disiapkan mengikuti seleksi ISTA. |DAR|AWI|

KAIMANA NEWS Media Informasi Publik