
MUSIM angin kencang yang lazim disebut angin timur disertai tingginya gelombang laut kini tiba. Menghadapi situasi ini, para nelayan biasanya menghentikan sementara waktu aktivitas melaut.
Seperti yang dilakukan sejumlah nelayan di Kaimana. Sejak beberapa hari terakhir, para nelayan melabuhkan perahu milik mereka di tepi pantai.
Pantauan media ini, kawasan pesisir pantai mulai dari Anda Air hingga Kampung Coa, yang biasanya sepi tanpa perahu terutama pada siang hari, berbeda dari biasanya.
Sejak angin kencang dan gelombang tinggi mulai melanda, ratusan perahu tampak berbaris di beberapa lokasi, sepanjang kawasan pantai, seperti Anda Air, Kaki Air Besar, Bantemi dan Kampung Coa.
Imran, salah seorang nelayan saat ditemui Kaimana News di Pantai Kampung Coa menuturkan, aktivitas mereka mencari ikan di laut untuk sementara waktu dihentikan sambil menunggu musim angin timur berakhir.
“Begini sudah setiap tahun, kalau musim angin timur, kami lebih banyak berada di rumah. Musim timur ini juga biasanya kami manfaatkan untuk perbaiki perahu dan betulkan mesin,” ujarnya, Jumat (5/6/2020).
Terhentinya aktivitas nelayan di laut, mempengaruhi rendahnya pasokan ikan ke pasaran. Akibatnya harga ikan di pasaran mulai mahal, sementara daya beli masyarakat kian melemah di tengah pandemi Covid-19 saat ini. |RED|AWI|
KAIMANA NEWS Media Informasi Publik