
ANGGOTA DPRD Papua Barat, Arifin, SE, mengisi masa resesnya di Kaimana, berkenan menyalurkan bantuan Sembilan Bahan Pokok (Sembako) untuk 400 lebih KK yang tersebar pada 10 titik dalam wilayah Kota Kaimana dan kampung.
Bantuan ini disalurkan untuk membantu masyarakat yang mengalami kesulitan secara ekonomi selama Pandemi Covid-19 saat ini. Selain menyalurkan bantuan, Arifin juga melaksanakan Jaring Asmara (Aspirasi Masyarakat, red) untuk nantinya dibahas dalam sidang dewan.

Arifin saat dikonfirmasi disela penyaluran bantuan di Kampung Trikora mengatakan, penyaluran bantuan ini dilakukan untuk mengganti kegiatan reses yang biasanya melibatkan banyak orang di ruang tertutup.
“Sesuai anjuran Gugus Tugas Covid agar tidak boleh mengumpulkan masyarakat dalam jumlah besar, maka kita menggantinya dengan memberikan bantuan Sembako, sambil menyampaikan pesan-pesan dan bertanya kepada mereka apa yang sesungguhnya dibutuhkan, baik di bidang ekonomi maupun masalah sosial lainnya,” ujar Arifin, Selasa (21/7/2020).
Anggota DPRD dari Partai Demokrat ini lebih jauh menjelaskan, mencegah terjadinya kerumunan massa, penyaluran bantuan dilakukan di kurang lebih 10 titik, di kota maupun kampung, dengan menghadirkan para penerima bantuan menggunakan sistim hantar jemput.
“Untuk mencegah kerumunan, kita serahkan bantuan ini dengan sistim spot-spot. Artinya kita jemput dan kumpul masyarakat di satu titik dalam jumlah kecil, kita serahkan bantuan sambil dialog terkait kebutuhan mereka, setelah itu kita hantar pulang ke rumah masing-masing,” terang mantan Ketua DPRD Kaimana ini.

Menutup keterangannya, Arifin secara jujur mengakui, bantuan ini dibelanjakan menggunakan dana reses yang diberikan kepada setiap anggota DPRD Papua Barat yang akan melaksanakan reses di daerah pemilihan masing-masing.
Namun akibat Pandemi Covid lanjutnya, anggaran reses yang seharusnya digunakan untuk membiayai kegiatan di ruang tertutup, dialihkan untuk pengadaan paket Sembako, untuk diberikan kepada masyarakat yang terdampak Covid-19.
“Dananya terbatas karena harusnya kita bertemu masyarakat dalam ruangan dengan menyediakan makan minum. Tapi karena Covid, biaya makan minum inilah yang sekarang kita alihkan untuk pengadaan paket Sembako,” ungkapnya. |TOB|AWI|
KAIMANA NEWS Media Informasi Publik