
DALAM sehari, PT. PLN Rayon Kaimana membutuhkan 16.000 hingga 20.000 liter Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk menghidupkan 10 unit mesin pembangkit miliknya dan 4 unit mesin sewa dari PT. Agrego.
Namun saat ini, kebutuhan BBM mengalami penurunan karena 6 unit mesin mengalami gangguan, sehingga kebutuhan BBM hanya berkisar 14.000 liter hingga 18.000 liter.
Hal ini disampaikan Manager PT. PLN Kaimana, Muhamad Puarada, menanggapi pertanyaan DPRD Kaimana terkait jumlah BBM yang dibutuhkan PLN untuk menghidupkan mesin pembangkit listrik.
Dalam rapat dengar pendapat (RDP) di Gedung DPRD, Rabu (26/8/2020), Managemen PLN Rayon Kaimana menjelaskan, rata-rata kebutuhan BBM untuk menghidupkan semua mesin pembangkit listrik dalam sebulan berkisar 600.000 liter hingga 700.000 liter.
Namun selama ini, pemakaian tertinggi baru mencapai 650.000 liter per bulan. Kebutuhan BBM mengalami sedikit penurunan selama terjadinya gangguan pada beberapa unit mesin.
“Untuk kebutuhan BBM, normalnya 16.000 sampai 20.000 liter per hari atau 1×24 jam untuk semua mesin. Tapi untuk saat ini, karena beberapa mesin rusak, sekitar 14.000 sampai 18.000 liter per hari. Kalau pemakaian rata-rata, untuk satu bulan berkisar 600.000 liter sampai 700.000 liter. Tetapi selama ini pemakaian tertinggi itu biasanya 650.000 liter per bulan,” ungkapnya. |RED|AWI|
KAIMANA NEWS Media Informasi Publik