Home / Berita Utama / Anggota DPR-PB Arifin: Freddy Thie Jadi Bupati Bukan Untuk Mencari Duit

Anggota DPR-PB Arifin: Freddy Thie Jadi Bupati Bukan Untuk Mencari Duit

Bagikan Artikel ini:

ANGGOTA DPRD Provinsi Papua Barat dari Partai Demokrat, Arifin, SE ketika menyampaikan orasi politik dalam kampanye terbuka pasangan TERKABUL di Kebun Kelapa, Senin (12/10/2020) menegaskan, Freddy Thie maju mencalonkan diri menjadi Bupati Kaimana bukan untuk mencari kekayaan.

Namun sebagai anak Kaimana yang lahir dan besar di Kaimana, Freddy Thie merasa terpanggil untuk mensejahterakan seluruh masyarakat Kaimana melalui kebijakan yang akan diambil jika dipercayakan memimpin Kaimana.

“Saya banyak menasihati beliau bahwa tidak ada gunanya menjadi bupati kalau hanya untuk mencari duit. Tapi kalau mengabdi untuk rakyat itu baru berguna. Ternyata beliau mengatakan bahwa saya sudah mencapai kesejahteraan secara pribadi. Tapi sebagai orang yang tanah tumpah darahnya di Kaimana, bagaimana saya bisa mensejahterakan rakyat Kaimana. Itu poin pentingnya,” ujar Arifin.

Baca Juga:  Dari Sorong, KM Sabuk Nusantara Turunkan 8 Penumpang di Pelabuhan Kaimana

Menurut Arifin, Freddy Thie tidak mungkin melakukan tindakan yang mementingkan diri sendiri ketika nanti dipercayakan memimpin Kaimana. Namun apabila itu terjadi, maka  pihak yang mendukungnya maju sebagai calon bupati juga ikut bersalah.

“Kalau dalam perjalanannya nanti, beliau melakukan hal-hal yang tidak diinginkan, itu artinya kami semua ikut bersalah. Jika ada bukti-bukti beliau nanti menyalahgunakan kewenangan untuk kepentingan pribadinya, saya yang duluan melabrak beliau,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak perlu meragukan kemampuannya, karena Freddy telah membuktikan kesuksesannya dalam mengelola usaha dan menjadi manager atau pemimpin yang baik bagi seluruh karyawannya.

Baca Juga:  Bapenda Gandeng BNI Perkenalkan Sistim Pembayaran Retribusi TapCash

“Jadi kalau ada yang bertanya dia kan tidak punya pengalaman. Ini yang saya justru mau koreksi. Kalau dikatakan tidak punya pengalaman, terus kenapa bisa sukses? Bupati itu sama dengan seorang ahli managemen, bagaimana cara mendelegasikan tugas dan kewenangan kepada perangkatnya, itu yang diperlukan. Jangan semua yang kecil-kecil juga diurusi. Tidak benar kalau seperti itu. Harus bisa membagi peran,” tutupnya seraya mengajak para pendukung dan simpatisan untuk coblos nomor 1 pada 9 Desember 2020. |DAR|KN1|


Bagikan Artikel ini:

Check Also

DWP Kaimana Gelar Halal Bi Halal Idul Fitri 1447 Hijriah

Bagikan Artikel ini: KAIMANANEWS.COM – Mempererat ikatan tali silahturahmi antar sesama anggota, Dharma Wanita Persatuan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *