
KAIMANANEWS.COM – Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Utarom Kaimana, Juprianto Pali, S.Sos mengatakan, kebakaran hutan dan lahan (Karhutlah) yang marak terjadi di sejumlah daerah belakangan ini, termasuk Kaimana perlu diwaspadai dampaknya.
Salah satu objek vital yang perlu dijaga kenyamanan dan keselamatannya adalah bandar udara, yang merupakan pintu masuk maupun keluar, disamping transportasi laut dan darat.
Juprianto menyampaikan ini saat dikonfirmasi usai menghadiri upacara peringatan Hari Perhubungan Nasional ke-55 yang dipusatkan di UPP Kaimana, Kamis (17/9/2026).
Ia mengatakan, salah satu tantangan yang dihadapi pihaknya saat ini adalah dampak kebakaran hutan dan lahan, selain masalah abrasi yang sementara dikerjakan.
“Kalau kabut asap memang sangat mengganggu karena mempengaruhi visibility atau jarak pandang pilot terhadap bandara menjadi berkurang dan ini sedikit banyak mengancam keselamatan penerbangan,” ingatnya.
Untuk itu, ia mengajak masyarakat Kaimana untuk tidak ikut-ikutan melakukan pembakaran hutan maupun lahan yang berdampak pada keselamatan banyak orang.
“Kami menghimbau masyarakat untuk tolong jangan bakar hutan karena kabutnya sangat berdampak besar terhadap keselamatan penerbangan. Sekali lagi pesan kami tolong masyarakat jangan ikut-ikutan membakar hutan, tolong jaga alam, jaga lingkungan kita biar kita bisa beraktivitas dengan baik tanpa ada gangguan asap,” pungkasnya. |isw|
KAIMANA NEWS Media Informasi Publik