
POLITISI senior DPRD Kaimana, Frans Amerbay, SE meminta Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kaimana agar fokus memperhatikan keberadaan Orang Tanpa Gejala (OTG) yang dikhawatirkan akan menyebarkan virus kepada sesama yang tidak mengetahui keberadaannya sebagai OTG.
OTG yang bakal menjadi pemicu bertambahnya jumlah kasus positif Covid di Kaimana ini, sebaiknya diisolasi secara terpusat atau dikarantina di satu lokasi dengan pengawasan khusus dan baru dizinkan pulang ke rumah setelah yang bersangkutan benar-benar sembuh.
Anggota DPRD Frans Amerbay menyampaikan ini menyikapi semakin tingginya kasus positif Covid-19 di Kabupaten Kaimana sementara ketersediaan ruang isolasi dan fasilitas pendukung di RSUD Kaimana sangat terbatas.
“Kalau yang positif berat itu kan pasti dirawat atau diisolasi di rumah sakit. Tetapi OTG disarankan isolasi mandiri di rumah. Tapi OTG ini yang justru lebih berbahaya,” ujar Ketua DPRD Kaimana periode 2014-2019 ini.
Ia juga bahkan menyayangkan sikap Satgas Covid-19 yang tidak menginformasikan keberadaan OTG secara terbuka kepada masyarakat, dengan tujuan agar masyarakat bisa lebih waspada.
“Sungguh disayangkan kalau ada OTG yang disuruh isolasi mandiri tapi keberadaannya tidak disampaikan ke masyarakat. OTG ini yang justru lebih berbahaya. Misalnya dia bertemu dengan orang yang tidak tahu kalau yang ditemui itu OTG maka peluang untuk terjangkit kan sangat tinggi. Saran kita ya untuk yang OTG sebaiknya diawasi, mungkin dengan karantina di tempat khusus seperti Balai Pertanian. Nanti kalau sudah pulih baru dikembalikan ke rumah,” saran politisi Partai Golkar ini. |RED|KN1|

KAIMANA NEWS Media Informasi Publik