
KAIMANA- Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kaimana, Usman Fenetiruma mengatakan, ada beberapa isu yang saat ini sedang disiapkan untuk memaksimalkan pengelolaan pariwisata di Kabupaten Kaimana. Salah satunya adalah menghentikan sementara waktu kegiatan festival senja dan akan diganti dengan pegelaran festival pesona wisata bahari teluk Triton.
Rencana pegelaran festival pesona wisata bahari teluk triton ini dilakukan karena starting point pengembangan pariwisata Kaimana kedepannya akan dimulai dari KSP 3 Teluk Triton, yang diharapkan akan berimplikasi terhadap pengembangan 4 KSP lainnya.
Usman Fenetiruma mengatakan ini pada pelaksanaan workshop percepatan sistim pengelolaan pariwisata di Kabupaten Kaimana yang digelar di Kaimana Beach Hotel, Selasa (26/2).
“Jadi ada dua isu yang berkaitan dengan pengembangan pariwisata, festival senja kita pending dulu kemudian kita memulai dengan paket wisata triton yang didalamnya ada rencana untuk menggelar festival pesona wisata bahari triton. Jadi starting pointnya kita mulai dari KSP 3 Teluk Triton, yang diharapkan akan berimplikasi terhadap KSP lainnya,” ujar Fenetiruma.
Dikatakan, wisata teluk Triton menjadi fokus perhatian karena semakin hari promosinya semakin luas. “Kalau kita berbicara triton, ini semakin hari sudah semakin dikenal luas karna orang sudah mempromosikannya sampai ke mana-mana. Jadi ketika orang singgung tentang Kaimana, orang mulai berpikir tentang triton. Makanya kita memulainya dari situ,” ungkapnya.
Ditambahkan, festival pesona wisata bahari teluk triton yang nanti akan digelar, akan diisi dengan kegiatan atraksi budaya yang melibatkan masyarakat lokal. Selain itu, akan juga memperkenalkan kuliner khas Kaimana, mengunjungi kampung-kampung wisata dan lainnya, yang bertujuan untuk menumbuhkan daya tarik wisatawan.
“Paket yang kami rencanakan itu nanti ada atraksi budaya, dari kampung-kampung mereka datang dengan tarian, lalu memperkenalkan tifa, budaya keroncong nelon dan lainnya. Lalu kuliner khas Kaimana juga kita coba perkenalkan, kalau ada tamu yang mau ke kampung-kampung kita coba fasilitasi. Acara puncaknya itu di Lobo karena ada daya tarik wisata disana,” imbuh Fenetiruma. |CR13|AWI|
KAIMANA NEWS Media Informasi Publik