Home / Nasional / Jembatan Jarati-Faranyau Ambruk, Lucky Loupatty Minta Pemerintah Peka Lihat Persoalan Masyarakat

Jembatan Jarati-Faranyau Ambruk, Lucky Loupatty Minta Pemerintah Peka Lihat Persoalan Masyarakat

Bagikan Artikel ini:

KAIMANANEWS.COM – Anggota DPRK Kaimana, Lucky Ricky Loupatty meminta Pemerintah Kabupaten Kaimana maupun Pemerintah Provinsi Papua Barat untuk memberikan perhatian serius terhadap persoalan kerusakan jalan dan jembatan penguhubung Kampung Jarati-Faranyau, Distrik Kaimana.

Ia mendesak pemerintah untuk segera melakukan perbaikan, mengingat jalan dan jembatan dimaksud merupakan satu-satunya akses yang digunakan masyarakat untuk membawa hasil pertanian menuju pasar dalam kota.

“Ini jembatan antara Kampung Jarati dan Kampung Faranyau. Rusaknya sudah lama dan lambat penanganannya dari pemerintah. Makanya masyarakat minta kejelasan kapan akan diperbaiki jalan ini, apakah itu oleh pemerintah provinsi atau pemerintah kabupaten, yang penting jalannya segera diperbaiki,” tegasnya, Selasa (4/11/2025).

Baca Juga:  Peringati Hut Satlantas Ke-67, Polres Kaimana Bagi-Bagi Bingkisan Untuk Sopir Angkot

Dikatakan, kerusakan jalan dan jembatan ini sudah terjadi berkali-kali, terlebih pada musim hujan. Untuk mengatasinya, masyarakat melakukan perbaikan secara swadaya menggunakan kayu seadanya.

“Jembatan ini sudah rusak berkali-kali dan  termasuk musibah sebenarnya. Kalau banjir dia bawa jembatan ini pergi. Lalu masyarakat sendiri berusaha berpaki dengan kemampuan seadanya, karena ini satu-satunya akses yang bisa membantu mereka membawa hasil kebun ke kota,” ungkap politisi Hanura ini.

Baca Juga:  Kantah Kaimana Fasilitasi Pembentukan Kelompok Usaha Reforma Agraria Fase II Kampung Coa dan Trikora

Ia berharap, agar pemerintah, baik Pemerintah Kabupaten Kaimana maupun Pemerintah Provinsi Papua Barat lebih peka melihat persoalan masyarakat. |isw|


Bagikan Artikel ini:

Check Also

Hanya Menunggu 4 Hari, Layanan Pengukuran Pertanahan Lebih Terukur, Teratur, dan Pasti

Bagikan Artikel ini: Dalam proses sertipikasi tanah, sekarang masyarakat tak perlu lagi menebak-nebak kapan tanah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *