
KAIMANANEWS.COM – Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terus dikampanyekan Pemerintah Pusat sebagai program yang dibutuhkan masyarakat, dalam hal ini anak sekolah, sampai saat ini belum menjangkau anak-anak sekolah yang ada di pedalaman Kaimana.
Hingga September 2026 ini, jumlah siswa di Kabupaten Kaimana yang telah menerima MBG baru sebanyak 12.083 siswa pada 66 sekolah atau 41,25% dari total 19.929 siswa pada 160 sekolah Tingkat TK/PAUD, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA/SMK/SMTK, SLB dan PKBM yang terdata sebagai penerima MBG.
Jumlah 12.083 siswa penerima MBG ini tersebar pada 66 sekolah yang keseluruhannya berada di wilayah kota sementara 94 sekolah lainnya, dengan jumlah siswa 7.864 orang, sampai saat ini belum terjamah MBG.
Pengelola Data MBG Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kaimana, Ali Maksum, S.Pd menyampaikan ini saat dikonfirmasi terkait jumlah sekolah di Kabupaten Kaimana yang telah menerima program makan bergizi gratis, Selasa (8/9/2026).
Ia menjelaskan, jumlah keseluruhan sekolah di Kabupaten Kaimana adalah sebanyak 160, dengan jumlah murid 19.929, terdiri dari; 50 TK/PAUD dengan 2.032 siswa; 97 SD/MI dengan 11.508 siswa; 17 SMP/MTs dengan 3.156 siswa; 10 SMA/MA/SMK/SMTK dengan 3.092 siswa; 1 SLB dengan 40 siswa; serta 1 PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) dengan jumlah siswa 591.
Dari jumlah diatas, yang telah menerima MBG adalah; 34 TK/PAUD dengan penerima 1.542 siswa; 14 SD/MI dengan penerima 5.305 siswa; 8 SMP/MTs dengan penerima 2.134 siswa; 9 SMA/MA/SMK/SMTK dengan penerima 3.062 siswa; SLB sudah menerima keseluruhan (100%); PKBM belum sama sekali.
“Sesuai hasil kunjungan monitoring kami dengan BPKP kemarin di 3 kampung yakni Sisir 1, Sisir 2 dan Tanggaromi, itu untuk memastikan kelayakan SPPG melaksanakan makan bergizi gratis di kampung-kampung tersebut. Jadi terkait dengan memenuhi syarat atau tidak itu dari BPKP yang mempunyai instrumen itu, kami dari dinas sifatnya hanya mendampingi,” ujarnya.
Ia berharap, apabila MBG ini ditujukan untuk anak-anak sekolah, maka diharapkan bisa menyentuh anak-anak sekolah yang ada di kampung-kampung, yang masuk dalam kategori wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar) di Kabupaten Kaimana. “Mereka juga ingin merasakan MBG itu,” ungkapnya. |isw|
KAIMANA NEWS Media Informasi Publik