
KEPALA Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kawasan Konservasi Perairan (KKP) Fakfak-Kaimana, Eli Auwe, A.Pi mengatakan, kegiatan kelompok masyarakat pengawas (Pokmaswas) dalam menjaga kawasan perairan sudah kembali diaktifkan.
Selain Pokmaswas, ada pula komunitas masyarakat ‘Jaga Laut’ yang dibentuk untuk melaksanakan tugas yang sama yakni menjaga kawasan konservasi perairan daerah.
Keduanya merupakan program Kementerian Kelautan dan Perikanan RI. Pokmaswas sendiri berada dibawah Direktorat Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), sedangkan Jaga Laut dibawah Direktorat Perencanaan Ruang Laut Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil.
Kepala UPTD Eli Auwe menyampaikan ini saat dikonfirmasi KaimanaNews.Com terkait keberadaan Pokmaswas yang sudah sekian lama vakum.
Dijelaskan, Pokmaswas yang telah diaktifkan kembali ini merupakan kelompok lama yang sebelumnya ditangani Dinas Perikanan Kabupaten Kaimana. Jumlahnya 11 Pokmaswas yang tersebar di wilayah Arguni, Buruway, Kaimana dan Teluk Etna.
“Pokmaswas ini timnya sudah ditetapkan dengan jumlahnya yang terbatas. Sedangkan untuk jaga laut, itu seluruh masyarakat dari masing-masing kawasan konservasi atau wilayah kerja UPTD. Mereka langsung terlibat dalam menjaga perairannya masing-masing,” terang Eli, Senin (15/2/2021).
Khusus Pokmaswas lanjut Eli, dalam menjalankan tugas dan tanggungjawabnya, dibekali sejumlah fasilitas pendukung seperti speedboat dan perangkat lainnya untuk melakukan patroli.
“Jumlah Pokmaswas sendiri 11 yang tersebar dari Arguni, Buruway, Kaimana dan Etna. Fasilitas yang kita sudah berikan kepada mereka pertama speedboat patroli untuk semua kawasan. Sekarang kita mulai dengan mensuplai BBM ke setiap Pokmaswas supaya tanpa kami terlibat, kegiatan tetap jalan dan masyarakat langsung mengawasi perairan masing-masing,” ujar Eli.
Mantan Sekretaris Dinas Perikanan Kaimana ini berharap dengan beroperasinya Pokmaswas, bisa memulihkan kondisi laut yang sudah rusak, sekaligus bisa menertibkan kapal-kapal dari luar Kaimana yang masuk menjarah hasil laut.
“Fokus pertama kami saat ini memulihkan kondisi, karena akibat vakum yang cukup lama membuat banyak titik mengalami kerusakan. Kami berharap dengan hadirnya Pokmaswas, illegal fishing atau pencurian ikan yang selama ini terjadi bisa diminimalisir, dan sumber daya perikanan maupun kondisi terumbu karang juga tetap terjaga,” tuturnya. |AWI|KN1|

KAIMANA NEWS Media Informasi Publik