Home / Berita Utama / Ketua DAK: Otsus Papua itu Bukan Hanya Tentang Uang, Tapi Peluang Kerja Juga Harus Khusus

Ketua DAK: Otsus Papua itu Bukan Hanya Tentang Uang, Tapi Peluang Kerja Juga Harus Khusus

Bagikan Artikel ini:

KETUA Dewan Adat Kaimana (DAK), Johan Werfete, angkat suara terkait rencana penerapan Otonomi Khusus (Otsus) Jilid II yang saat ini sedang bergulir.

Johan tegaskan, otonomi khusus itu bukan hanya tentang uang, tetapi bagaimana orang Papua mendapat kekhususan dalam setiap peluang, baik dalam masalah pekerjaan maupun lainnya.

Selama ini tegas Johan, kekhususan bagi orang asli Papua belum begitu nampak. Dana Otsus yang dialokasikan masih digunakan untuk kepentingan bersama, bukan hanya orang Papua.

Demikian pula soal peluang kerja, termasuk peluang menjadi CPNS, juga belum memberikan keberpihakan kepada orang asli Papua. Bahkan untuk mendapatkan peluang menjadi CPNS, orang asli Papua harus melakukan aksi protes baru disetujui.

Baca Juga:  Terakhir Layani Kaimana, KM Dorolonda Angkut 800 Lebih Penumpang

“Ini yang masyarakat bingung, khusus itu yang bagaimana sebenarnya, karena semua punya hak untuk memiliki. Tidak ada perbedaan sama sekali, baik terkait pemanfaatan dana, maupun dalam mendapatkan lapangan kerja, termasuk tes CPNS. Harusnya ada kekhususan bagi orang asli Papua,” ujar Johan, Senin (24/8/2020).

Ia lebih jauh mengatakan, selain peluang kerja yang diperebutkan bersama, selama ini pemanfaatan dana Otsus juga tidak menunjukkan kekhususan bagi masyarakat Papua. Hal ini tentu yang melatarbelakangi adanya penolakan terhadap Otsus Jilid II.

Baca Juga:  16 Tahun di Kaimana, Bank Mandiri Kini Kelola 10.970 Nasabah

“Artinya saya sebagai tokoh masyarakat adat Kaimana, secara pribadi boleh saja Otsus tetap berjalan. Tetapi rakyat sendiri apakah mereka menerima atau tidak, itu hak mereka karena mereka yang rasakan,” ungkapnya.

Ditambahkan, masyarakat saat ini belum memahami baik apa itu Otsus Jilid II, karena sosialisasi kepada masyarakat belum dilakukan secara baik.

“Soal jilid II ini, masyarakat juga belum begitu mengerti, maknanya seperti apa, pengaturannya seperti apa. Itu harus disosialisasikan dengan baik,” pungkasnya. |RED|AWI|


Bagikan Artikel ini:

Check Also

Dihadiri Wabup Isak Waryensi, Dinas Sosial Kaimana Gelar Jalan Santai Meriahkan Harganas ke-33

Bagikan Artikel ini: KAIMANANEWS.COM – Berlangsung dibawah balutan tema “Ayah Wajib Hadir” Dinas Sosial Pengendalian Penduduk …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *