Home / Berita Utama / Lucky Loupatty: Program Pengembangan Komoditas Kopi di Mairasi Perlu Ditingkatkan

Lucky Loupatty: Program Pengembangan Komoditas Kopi di Mairasi Perlu Ditingkatkan

Bagikan Artikel ini:

PEMERINTAH Kabupaten Kaimana perlu memaksimalkan program pengembangan komoditas kopi di wilayah Mairasi. Selain cocok dengan topografi wilayah setempat, tanaman kopi juga telah lama dikenal masyarakat karena dikembangkan sejak zaman penjajahan Belanda.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Kaimana, Lucky Loupatty menyampaikan ini saat ditemui di Kantor DPRD Kaimana, Senin (24/8/2020). Dikatakan, wilayah Mairasi merupakan wilayah yang sangat potensial untuk pengembangan komoditas kopi dalam skala besar.

“Memang wilayah Mairasi sangat cocok untuk budi daya tanaman kopi, karena kopi ini juga sudah ada sejak zaman Belanda dulu. Hampir di sebagian besar kampung ada tanaman kopi, mulai dari pesisir sampai ke gunung. Kalau potensi ini dimanfaatkan, saya kira bisa mendorong peningkatan kesejahteraan hidup masyarakat,” ungkap politisi Partai Hanura ini.

Baca Juga:  Klaim Menang, Terkabul Minta Pendukungnya Kawal Kotak Suara

Dikatakan, untuk memanftaatkan potensi yang ada, Pemerintah Daerah perlu membangkitkan motivasi masyarakat untuk mengembangkannya dalam skala besar, dengan menyiapkan bibit sebanyak-banyaknya. Selanjutnya, Pemerintah Daerah mengambil langkah bijak dengan menghadirkan investor yang bisa mengolah hasil kopi menjadi produk jadi.

“Masyarakat perlu diajak untuk membuka kebun kopi dan tanam sebanyak-banyaknya. Selanjutnya, hasil produksi mereka langsung diolah dengan mendatangkan investor. Saya kira metode ini cukup bagus sehingga program pengembangan kopi ini bisa berjalan secara berkelanjutan,” ungkap anggota DPRD yang sudah mulai mencoba mengembangkan 6000 pohon kopi di wilayah Wermura ini.

Baca Juga:  Penerbangan Wings Air dari dan ke Kaimana Masih Beroperasi Hingga 30 Maret

Ditambahkan, saat ini kopi yang dihasilkan dari kebun masyarakat hanya digunakan untuk konsumsi rumah tangga. Namun sebagian besarnya, tidak dimanfaatkan karena selain tidak ada peluang pasar, untuk mengolahnya secara alami juga membutuhkan proses yang cukup panjang.

“Kopi berbuah seperti biasa, tapi masyarakat mengolahnya hanya untuk konsumsi rumah tangga. Saya yakin kalau ada peluang pasar atau ada investor yang siap mengelolanya, masyarakat pasti mau mengembangkannya dalam skala besar,” tutup anggota DPRD Dapil Mairasi ini. |RED|AWI|

 


Bagikan Artikel ini:

Check Also

Juli Hingga Oktober, Papua Barat Berlakukan Pengurangan dan Penghapusan Sanksi Administrasi Pajak Ranmor

Bagikan Artikel ini: KAIMANANEWS.COM – Kepala Kantor UPT Samsat Kaimana, Andy Kusuma menegaskan bahwa Pemerintah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *