
KAIMANANEWS.COM- Bupati Kaimana, Freddy Thie didampingi Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kaimana, Juliaus Nanay, Senin (4/12/2023) melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke SMP Negeri 1 Kaimana.
Kunjungan mendadak orang nomor satu Kaimana ini dilakukan selain bertujuan memastikan proses belajar mengajar berjalan baik, juga untuk melihat langsung kondisi bangunan sekolah yang beberapa bagiannya mengalami kerusakan.
Pantauan media ini, kedatangan Bupati ke sekolah tersebut diterima Kepala Sekolah, Mathias Rahajaan bersama sejumlah guru, yang kemudian langsung menuju ruang kepala sekolah yang berada di lantai dua.
Sebelum berdiskusi lebih jauh terkait kondisi bangunan dan kebutuhan sekolah, Bupati menyampaikan harapannya agar SMP Negeri I Kaimana menjadi sekolah terbaik di Kaimana.
“SMP Negeri 1 ini sekolah pertama di Kaimana dan saya sempat sekolah disini satu tahun. Harapan saya dan ini sekaligus pesan saya kepada kepada kepala sekolah dan guru supaya sekolah ini harus menjadi sekolah terbaik di Kaimana, jadi sekolah unggulan untuk jenjang SMP di Kabupaten Kaimana,” ujar Bupati.

Usai menyampaikan harapannya, Bupati menanyakan beberapa point penting kepada kepala sekolah, diantaranya terkait penerapan disiplin terhadap siswa maupun guru, jumlah guru yang ada di SMP Negeri 1 Kaimana, kondisi laboratorium dan fasilitas pendukung, serta persoalan lainnya yang perlu Pemerintah Daerah selesaikan.
Kepala Sekolah Mathias Rahajaan kepada Bupati Kaimana menerangkan, terkait kedisiplinan, sekolah ini menerapkan sanksi bagi siswa dan guru yang tidak disiplin. Khusus siwa, sanksi terberat adalah skorsing selama satu minggu jika melakukan pelanggaran berat.
Selain masalah disiplin, Mathias Rahajaan juga menjelaskan ada beberapa bangunan sekolah yang mengalami kerusakan seperti baik pada bagian tembok, bagian atap yang bocor dan plafon bangunan yang rubuh akibat terkena air hujan.
Sementara terkait jumlah guru dan siswa, Mathias menjelaskan, jumlah guru yang ada di SMP Negeri 1 Kaimana sebanyak 35 orang, terdiri dari; 14 guru PNS, 8 guru sertifikasi, 9 guru honor daerah dan 4 guru PPPK, serta jumlah siswa secara keseluruhan 509 orang.
Setelah diskusi, Bupati didampingi kepala sekolah, Sekretaris Dinas dan guru senior Nus Pattiata meninjau kondisi bangunan yang dilaporkan rusak dan menyempatkan diri menyapa siswa-siswi yang sedang menjalani kegiatan belajar mengajar (KBM) di salah satu ruang kelas.
Setelah melihat langsung kondisi bangunan yang rusak, Bupati Freddy langsung meminta Sekretaris Dinas untuk mendata semua kerusakan, untuk kemudian biaya perbaikannya diusulkan dalam APBD Tahun 2024. |RED|



KAIMANA NEWS Media Informasi Publik