
KAIMANA- Bantuan kapal cepat dari Pemerintah Provinsi Papua Barat untuk Kabupaten Kaimana mendapat beragam tanggapan positif maupun negativ dari masyarakat Kaimana. Ada yang setuju, namun tidak sedikit pula yang pesimis karena specifikasi kapal dengan kebutuhan BBM yang tinggi sehingga bakal tidak bisa difungsikan.
Salah satunya datang dari anggota DPRD Kaimana, Lewi Oruw. Ia mengatakan, pengadaan kapal cepat dimaksud merupakan program cari judul agar dana yang tersedia bisa digunakan.
Dikatakan, meskipun bersifat bantuan, kapal cepat yang oleh provinsi diberi nama PB.Manarmaker ini, belum menjadi kebutuhan prioritas masyarakat Kaimana, karena biaya operasional kapal sangat tinggi, terutama untuk bahan bakar, sehingga tidak mungkin bisa digunakan setiap hari.

‘’Kita tidak butuh fasilitas mewah untuk sekedar menambah aset. Kapal cepat itu seperti program mencari judul supaya anggaran bisa digunakan dengan nomenklatur yang jelas,’’ ujar Lewi Oruw, Selasa (15/1).
Lebih jauh dikatakan, masyarakat Kaimana saat ini, membutuhkan air bersih dan beberapa sarana prasarana lainnya yang bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
‘’Harusnya kita melihat masyarakat lagi butuh apa, itu yang harus diprioritaskan. Untuk saat ini yang paling tepat adalah air bersih, lalu kalau ada berkat perlu juga pengadaan speedboat untuk jenasah. Kenapa butuh speedboat jenasah, karena selama ini masyarakat kesulitan membawa jenasah keluarganya ke kampung,’’ ujar Lewi.
Ini specifikasi kapal dimaksud; nama kapal PB. Manamaker, tahun pembuatan 2017, bahan material kapal fiber glass, status kapal penumpang, kapasitas penumpang 72 orang. Ukuran kapal; panjang 17,60 meter, lebar 5 meter, tinggi 2,60 meter, jumlah geladak 1.
Mesin kapal terdiri dari; mesin luar Suzuki 300 HP sebanyak 5 unit, mesin listrik generator cummins onan ship, kecepatan maksimal 26 knot, bahan bakar minyak jenis pertalite, kapasitas tangki BBM 5 ton, kapasitas tangki air bersih 800 liter. AWI)
KAIMANA NEWS Media Informasi Publik