Home / Opini / NASIB GENERASI Z DITENGAH ARUS PERKEMBANGAN ZAMAN

NASIB GENERASI Z DITENGAH ARUS PERKEMBANGAN ZAMAN

Bagikan Artikel ini:

Oleh : Rahmiani. Tiflen, Skep

(Pegiat Literasi dan Praktisi Kesehatan)

Anak adalah amanah yang diberikan Tuhan kepada setiap orang tua. Untuk dilindungi, dibesarkan, dididik, serta diberikan penghidupan yang layak. Anak pun merupakan investasi tak ternilai orang tua kelak di hadapan Yang Maha Kuasa. Sebagaimana pesan sang Nabi; jika seseorang telah mati maka terputuslah amal ibadahnya kecuali tiga hal yang pertama amal jariah, kedua ilmu yang bermanfaat, dan ketiga anak solih/solihah yang mendoakan kedua orang tuanya.

Namun apa jadinya jika anak kita kemudian dirusak, dihancurkan masa depannya justru oleh orang yang seharusnya melindungi, serta dijadikan orang tua kedua di luar rumah? Apa jadinya jika anak kita justru dilecehkan oleh gurunya sendiri?! Sungguh ini tidak dapat diterima bagi orang tua manapun. Akan tetapi hal tersebut justru terjadi, tepatnya kejadian miris ini dirilis secara resmi melalui laman (portalpapua.com 29 Mar 2021).

Dalam tajuk berjudul “Cabuli Murid Sendiri, Oknum Guru Honorer di Kaimana Terancam 5 Tahun Penjara”. Dari hasil penyidikan yang dilakukan oleh pihak kepolisian, ditemukan fakta “Hasil visum menunjukan adanya kerusakan alat vital korban. Sejauh ini belum tahu apakah korban hamil atau tidak, pasca kejadian itu,” Hal tersebut disampaikan oleh Bripka. Isahanan Renfan.

Sepanjang tahun 2018 hingga 2020 pun telah tercatat kasus kekerasan seksual pada anak di Kabupaten Kaimana mengalami peningkatan. Jika pada tahun 2018 lalu tercatat “jumlah kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak dibawah umur di Kabupaten Kaimana, sepanjang Januari – Oktober 2018 yakni; kasus persetubuhan terhadap anak sebanyak 7 kasus, pemerkosaan dan percobaan pemerkosaan 3 kasus, pencabulan terhadap anak 3 kasus, perzinahan sebanyak 6 kasus, KDRT sebanyak 7 kasus.” (www.kabartriton.net, 15 Nov 2018)

Data ini kemudian berkembang pada tahun 2020 menjadi 14 kasus kekerasan terhadap anak, sebagaimana diungkap oleh ibu Frely Meilin Pongoh, S.Teol, selaku Kasubid Perlindungan Anak Dinas Pemberdayaan dan Perlindungan Anak Kabupaten Kaimana “Sejak Januari sampai September 2020 ini, ada 14 kasus kekerasan terhadap anak. Kebanyakan memang kekerasan seksual. 12 kasus sudah ada putusan, sedangkan 2 kasus lainnya masih dalam proses,” (Kaimana News, 27 Sep 2020). Yang lebih miris adalah kasus pemerkosaan yang dilakukan oleh ayah kandung terhadap anaknya sendiri. Entah apa yang ada di benak mereka?

Baca Juga:  KAIMANA PU BATIK

Sejenak mari kita pikirkan bersama apa yang menjadi latar belakang hingga terjadi perilaku tidak senonoh itu. Setelah ditilik ternyata yang menjadi penyebab utama terjadinya pelecehan terhadap anak ini dipicu oleh kurangnya tingkat ketakwaan di dalam diri setiap orang. Dalam masyarakat madani kita kenal adanya tiga kontrol dalam berbangsa dan bernegara.

Yang pertama adalah meningkatkan ketakwaan individu. Caranya dengan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Menjalankan setiap ajaranNya dalam seluruh  aspek kehidupan manusia. Bagi orang tua agar senantiasa mengontrol anak gadisnya. Memperhatikan dengan siapa anak kita bergaul. Jangan biarkan anak gadis kita keluar dengan teman lelakinya, bukan karena kita orang tua yang kolot.

Namun itu semua adalah demi masa depan anak kita sendiri. Menjaga pandangan dari yang tidak semestinya (mengingat saat ini situs-situs porno telah merajalela). Untuk yang wanita hendaklah mengenakan pakaian yang sopan dan tidak menimbulkan syahwat bagi lawan jenis. Nasehati anak-anak kita untuk tidak bergaul sembarangan dengan lawan jenis, apalagi sampai terbuai rayuan maut, sebab wanita itu ibarat kaca. Jika sudah terluka sedikit saja efeknya akan terbawa hingga seumur hidup.

Yang kedua adanya kontrol dalam masyarakat. Yang dimaksud disini adalah apabila melihat kemaksiatan dan kerusakan di depan mata hendaklah dicegah dengan tangan (jika memiliki wewenang) namun jika tidak maka diingkari dengan hati (dan itu adalah selemah-lemahnya iman). Masyarakat turut memegang andil bagi keberlangsungan kehidupan yang aman dan tentram dalam suatu komunitas.

Baca Juga:  PENDIDIKAN SEBAGAI JALAN KEMANUSIAAN

Contohnya apabila kita melihat ada seseorang sedang mengalami pelecehan atau sedang dipalak atau sedang ditindas oleh orang lain baik itu orang mabok atau orang iseng yang memang bermaksud hendak melecehkan, maka jangan segan-segan untuk melaporkan kepada pihak yang berwenang. Bagi tokoh adat, tokoh masyarakat maupun tokoh agama untuk senantiasa menggaungkan nilai-nilai moral di tengah masyarakat kita sehingga fungsi kontrol ini dapat diterapkan dengan baik.

Yang ketiga adalah fungsi negara. Dalam hal ini negara memiliki peran yang sangat penting. Dengan menutup semua akses situs porno baik melalui sosial media maupun media online lainnya (mengingat Indonesia merupakan negara dengan ranking kedua terbanyak mengakses situs porno, jambi-independent.co.id, 3 Maret 2018). Perbanyak saluran edukasi dan juga saluran yang membangkitkan kreativitas anak muda kita.

Selanjutnya hendaklah pemerintah mengesankan peraturan daerah dalam rangka pelarangan miras berkembang di tengah masyarakat, sebagaimana kita ketahui bersama bahwa miras merupakan nenek moyang dari segala bentuk kejahatan di muka bumi. Disamping itu pula kiranya pemerintah menetapkan sanksi yang berat bagi pelaku tindak kekerasan maupun pemerkosaan. Sehingga menimbulkan efek jera dan juga menjadikan contoh bagi orang lain yang berniat melakukan tindakan tidak senonoh tersebut. Yang dikemudian hari nantinya menjadi pelajaran berharga bagi setiap orang.

Dengan demikian, semoga Kabupaten Kaimana yang kita cintai terhindar dari segala bentuk kerusakan baik itu kerusakan akhlak serta moral. Dan menjadikan para pemudanya tumbuh menjadi generasi cemerlang, berdedikasi tinggi, berakhlak mulia yang takut akan Tuhan. Aamiin.

Kaimana, 3 April 2021


Bagikan Artikel ini:

Check Also

Pemilu Serentak 2024 dan Peran Lembaga Pengawas

Bagikan Artikel ini: Oleh : Klara Isabela Wisang PEMILIHAN Umum atau yang disingkat Pemilu merupakan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *