Home / Berita Utama / Puluhan Warga Kaimana Jadi Juru Pemantau Jentik

Puluhan Warga Kaimana Jadi Juru Pemantau Jentik

Bagikan Artikel ini:

Kadinkes Arifin Sirfefa diapit nara sumber pada pelatihan kader Jumantik.KOTA SENJA- Masih tingginya angka kesakitan akibat vektor nyamuk di Kabupaten Kaimana, Papua Barat, Dinas Kesehatan Kabupaten Kaimana melatih 50 warga menjadi Juru Pemantau Jentik (Jumantik). Pelatihan yang berlangsung 17-18 Juli 2017 ini, dibuka Kepala Dinas Kesehatan, Arifin Sirfefa, SKM,MM.

Jumantik ini sendiri dibentuk dengan tujuan; memberdayakan masyarakat dalam bidang kesehatan terutama penanggulangan penyakit yang diakibatkan oleh vektor nyamuk; menurunkan angka kesakitan dan angka kematian akibat penyakit yang disebabkan oleh vektor nyamuk; serta untuk eliminasi malaria dan  filaria di Kabupaten Kaimana.

Kadis Arifin Sirfefa pada pembukaan pelatihan mengatakan, Kabupaten Kaimana merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Papua Barat yang tingkat kerentanan terhadap penyakit akibat nyamuk cukup tinggi. Disebutkan pula, angka kesakitan akibat malaria di Kabupaten Kaimana masih tinggi dibanding beberapa daerah lainnya.

Baca Juga:  Pembangunan SMA di Teluk Arguni dan Kambrauw Masuk RKPD Provinsi Papua Barat Tahun 2022

Olehnya ia berharap, juru pemantau jentik yang dibentuk ini, dapat mewujudkan serta mempercepat upaya menurunkan angka kesakitan dan kematian, sekaligus mengeliminasi penyakit akibat vector nyamuk di wilayah Kabupaten Kaimana. Menurut Arifin, kehadiran Jumantik ditengah masyarakat sangat dibutuhkan karena Kaimana masih rentan terhadap penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), chikungunya dan malaria.

Diakui, upaya penanggulangan baik secara promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif terhadap penyakit akibat vektor nyamuk ini telah dilakukan, salah satunya melalui kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Namun upaya tersebut belum menampakkan hasil yang maksimal, akibat prilaku masyarakat yang kurang mendukung.

Baca Juga:  Tak Hanya Senjanya yang Indah, Kaimana Juga Miliki Pantai Pink

Terkait kegiatan ini, ketua panitia pelaksana yang juga selaku Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Pengendalian Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kaimana, drg. Aloysia Triratnawati, MPH menjelaskan, pelatihan dilaksanakan dalam bentuk teori dan praktek. Teori dimaksud berupa kebijakan pemerintah dalam pengendalian penyakit, serta peran dan tugas kader Jumantik. Sedangkan prakteknya, peserta dilatih memberikan penyuluhan dan identifikasi jentik. ***


Bagikan Artikel ini:

Check Also

Anggota DPRPB Jamiah Qomariah Kantongi Beragam Permintaan Masyarakat Saat Reses Kedua di Kaimana

Bagikan Artikel ini: KAIMANANEWS.COM – Anggota DPR Provinsi Papua Barat, Jamiah Qomariah, S.Ag., M.Pd Kembali …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *