
KAIMANA- Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kaimana, Tahmid Husein, SE mengatakan, perawat yang merupakan partner kerja pemerintah merupakan salah satu penggenjot tercapainya Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) untuk peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
“Jumlah perawat cukup banyak dan pemerintah mengharapkan perawat menjadi partner karena perawat di seluruh Indonesia, termasuk di Kabupaten Kaimana ini merupakan salah satu penggenjot tercapainya RPJM dan RPJMD, dalam hal ini Indeks Pembangunan Manusia,” ujarnya pada pembukaan Musda Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kaimana, Rabu (27/2).
Dikatakan, IPM sendiri terdiri dari beberapa indikator, diantaranya adalah pendidikan dan kesehatan. Untuk bidang kesehatan, salah satu tolak ukur penilaiannya adalah usia harapan hidup, angka kesakitan dan lainnya. Oleh karenanya, ia meminta para perawat agar bekerja dengan hati dalam melayani masyarakat.
“Ada dua indikator yang ikut menentukan rapor IPM yaitu kesehatan dan pendidikan. Jadi memang ada harapan besar pemerintah terhadap perawat. Kemudian perawat ini kan pekerja kemanusiaan, sama dengan pendidikan. Sehingga kami menghimbau supaya bekerja dengan hati. Kalau sudah bekerja dengan hati, Pemda akan memikirkan masalah kesejahteraan,” ungkapnya.
Lebih jauh terkait Musda, Tahmid berharap, agar hasil yang dicapai melalui Musda bermanfaat bagi peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di Kabupaten Kaimana. “Koordinasikan dengan Kepala Dinas Kesehatan, juga Direktur RSUD agar program yang disusun bisa mensuport IPM,” pungkasnya. |CR13|AWI|
KAIMANA NEWS Media Informasi Publik