
SEDIKITNYA 300 peserta di Kaimana tahun ini akan mengikuti ujian Pendidikan Kesetaraan (Paket) A, B dan C. Dibanding tahun 2019, tahun ini jumlah peserta mengalami peningkatan yang sangat signifikan.
Sekretaris Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Bina Bangsa Kaimana, Mukhlis, S.Pd saat ditemui Kaimana News di Sekretaris PKBM Lorong Masuk SMPN 3 Krooy.
Ia mengatakan, peningkatan jumlah peserta ujian paket A, B dan C ini membuktikan bahwa masyarakat Kaimana mulai sadar akan pentingnya pendidikan.
“Tahun 2019 itu jika digabungkan baik Paket A, B maupun C itu ada sekitar 200 lebih orang. Sedangkan tahun ini, jika digabungkan semuanya ada sekitar 300 lebih orang. Ini membuktikan bahwa masyarakat Kaimana sudah mulai sadar betapa pentingnya pendidikan. Kami berharap kesadaran ini akan menular sampai ke kampung-kampung,” ujarnya.
Menurut Mukhlis, hingga saat ini masih ada masyarakat yang ingin mendaftarkan diri untuk mengikuti ujian Paket tahun 2020, namun mereka terpaksa ditunda ujiannya untuk tahun 2021 karena data yang diberikan oleh sekolah terutama di wilayah kampung mengalami keterlambatan.
Dijelaskan, penundaan ujian bagi yang baru mendaftar dilakukan karena data peserta ujian Paket harus disesuaikan dengan Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
“Kami di PKBM Bina Bangsa ini setiap hari membuka pendaftaran. Ini yang membuat jumlah peserta Paket terus meningkat. Sampai hari ini masih ada saja yang mendaftar untuk mengikuti ujian paket tahun 2020. Tapi karena mereka mendaftar setelah Dapodik ditutup, maka ujiannya baru akan dilaksanakan tahun depan,” tutupnya. |DAR|AWI|
KAIMANA NEWS Media Informasi Publik