
AKSI demonstrasi sekelompok mahasiswa, Senin (28/9/2020) yang mempertanyakan alasan belum diumumkannya hasil seleksi CPNS Tahun 2018 akhirnya batal dilaksanakan. Aksi ini dibubarkan oleh Satuan Brimob Polda Papua Barat karena tidak mengantongi izin.
Pantauan KaimanaNews.Com, selain tidak memiliki izin, aksi demo juga dibubarkan karena dari belasan orang kelompok pendemo ini, beberapa diantaranya merupakan anak-anak sekolah.
Namun meski akhirnya dibubarkan, salah satu orator sempat menjelaskan tujuan mereka melakukan aksi demo yakni mempertanyakan hasil CPNS Tahun 2018. Mereka meminta penjelasan Bupati Kaimana terkait alasan belum diumumkannya hasil CPNS 2018.
Terkait pembubaran kelompok pendemo ini, Kabag Ops Polres Kaimana, AKP Ferdinand Mardi kepada wartawan menjelaskan, Polres Kaimana memang tidak mengizinkan melaksanakan aksi demo di jalanan karena situasi Kaimana yang sedang dilanda Covid-19.
Diakui, para pendemo memang sudah melayangkan surat permohonan kepada Polres Kaimana, namun surat permohonan tersebut dijawab dengan surat penolakan setelah mempertimbangkan situasi dan kondisi daerah yang sedang dilanda Covid-19.
“Mereka memang mengajukan permohonan ke Polres Kaimana pada Jumat kemarin. Tapi karena saat ini masih situasi Covid, kami menolak dengan tidak mengeluarkan izin. Ini kami lakukan untuk mencegah terjadinya kerumunan massa yang berdampak pada Covid-19,” ungkap Kabag Ops.
Dijelaskan, pembubaran aksi demontrasi juga dilakukan untuk mengamankan Instruksi Presiden, Maklumat Kapolri maupun Peraturan Gubernur yang melarang masyarakat berkerumun atau melakukan aksi yang melibatkan banyak orang untuk mencegah penyebaran Covid-19.
Menutup keterangannya, AKP Ferdinand mengatakan, menyelesaikan masalah tidak harus dengan melakukan aksi demo, tetapi ada cara lain yang bisa dimanfaatkan apalagi di tengah pandemi Covid-19 saat ini.
“Kita sarankan untuk melakukan audiens saja. Kami siap kawal sampai apa yang diinginkan bisa terjawab. Tapi kalau dengan cara demo seperti ini kami pasti menolak karena kita sekarang ini lagi menghadapi Covid-19. Kami tidak bermaksud menghalangi niat baik adik-adik mahasiswa, tapi untuk saat ini kami menolak jika itu dilakukan dengan cara menggelar aksi demo,” tutup Ferdinand. |AWI|KN1|


KAIMANA NEWS Media Informasi Publik