Home / Berita Utama / TPKS Sebut Tahapan Lanjutan Pilkada, Hasil CPNS 2018 dan 1 Desember Berpotensi Konflik

TPKS Sebut Tahapan Lanjutan Pilkada, Hasil CPNS 2018 dan 1 Desember Berpotensi Konflik

Bagikan Artikel ini:

TIM Penanganan Konflik Sosial (TPKS) Kabupaten Kaimana, Rabu (21/10/2020), kembali menggelar rapat membahas potensi konflik dari sejumlah kegiatan maupun rumor yang sedang berkembang ditengah masyarakat Kabupaten Kaimana.

Potensi konflik dimaksud, diantaranya berkaitan dengan situasi politik yang saat ini sedang bergulir, hasil CPNS Formasi Tahun 2018 yang hingga saat ini belum kunjung diumumkan, serta persoalan jelang 1 Desember. Mereka meminta agar persoalan yang memicu konflik ini segera diatasi.

Hadir dalam pertemuan yang berlangsung di Kantor Kesbangpol Kaimana ini, Asisten II Setda Kaimana Tahmid Husein sekaligus membuka jalannya rapat, Ketua DPRD Irsan Lie, Wakapolres Kaimana Kompol Kristian Sawaki, Kepala Kejaksaan Negeri Kaimana Sutrisno Margi Utomo, serta lainnya.

Baca Juga:  Oktober 2023 Pemda Kaimana Hapus 1.352 Tenaga Kontrak

Dalam pertemuan ini, TPKS berharap agar beberapa persoalan yang berpotensi menimbulkan konflik ini segera diatasi sehingga tidak menimbulkan keresahan ditengah masyarakat. Diantaranya, kampanye Pilkada yang belakangan mulai menyerang pribadi Paslon, tempat pelaksanaan kampanye yang berdekatan dan lainnya yang dapat memicu konflik.

TPKS meminta penyelenggara Pilkada, dalam hal ini KPU dan Bawaslu untuk melakukan tindakan antisipasi dengan memkasimalkan pengawasan serta lebih transparan, terutama pada saat pemungutan dan penghitungan suara nantinya.

Baca Juga:  Polres Kaimana Tetapkan 3 Tersangka Kasus Perusakan Faskes RSUD dan Puskesmas

Selain itu, TPKS juga menyoroti hasil CPNS 2018 yang belum juga diumumkan. Hal ini menurut TPKS, akan berdampak pada munculnya isu-isu negatif, serta adanya provokasi-provokasi yang berdampak pada terjadinya perselisihan ditengah masyarakat. TPKS juga meminta aparat keamanan meningkatkan pengamanan menjelang 1 Desember.

“3 poin yang dibahas ini menjadi benang merah yang harus kita waspadai. Ini harus segera diantisipasi karena bisa menimbulkan konflik ditengah masyarakat. Langkah pertama tentu dimulai dari institusi masing-masing, dengan menggelar  rapat internal untuk mencari solusi penyelesaiannya,” ungkap Ketua DPRD Irsan Lie. |DAR|KN1|  


Bagikan Artikel ini:

Check Also

Bupati Kaimana Lepas Keberangkatan 15 Jamaah Umroh Menuju Tanah Suci  

Bagikan Artikel ini: KAIMANANEWS.COM– Bupati Kaimana, Drs. Hasan Achmad, M.Si melepas secara resmi keberangkatan 15 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *