Home / Berita Utama / Tahun Ini, 5 Kampung di Distrik Buruway Terlayani Program 4 Miliar

Tahun Ini, 5 Kampung di Distrik Buruway Terlayani Program 4 Miliar

Bagikan Artikel ini:

KAIMANANEWS.COM- Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Distrik Buruway digelar di Kampung Edor, Senin (14/3/2022). Kegiatan ini dibuka resmi oleh Bupati Kaimana, Freddy Thie.

Bupati didampingi Ketua Bappeda-Litbang Abdul Rahim Furuada, S.Sos, MT dalam arahannya meminta OPD termasuk tim dari Bappeda agar mendengarkan secara baik usulan masyarakat, untuk selanjutnya menetapkan skala prioritas sehingga minimal satu dari sekian banyak usulan masyarakat bisa terakomodir.

“Jangan sampai pada akhirnya seperti teluk busuk. Masyarakat berharap salah satunya diakomodir ternyata kosong. OPD buat skala prioritas, maka yang dibiayai lewat APBD dan mana yang lewat dana kampung. Kalau disini prioritasnya pendidikan ya mungkin sekolah atau rumah guru yang diutamakan. Begitu pun kalau masyarakat disini butuh air bersih, itu yang diutamakan,” tegas Bupati.

Baca Juga:  Dua Nama Pimpinan Definitif DPRD Kaimana Sudah Berlabuh di Meja Sekwan 

Bupati pada kesempatan tersebut juga kembali mengingatkan Bappeda dan OPD, untuk tidak mengulang kembali kebiasaan lama yang menjadikan Musrenbang hanya sebagai formalitas sehingga berdampak pada tidak terakomodirnya usulan masyarakat.

Selain itu, dihadapan masyarakat juga Bupati jelaskan, tahun ini ada 5 kampung di Distrik Buruway yang mendapatkan sentuhan program rehab rumah masing-masing senilai Rp.4 Miliar. Lima kampung dimaksud adalah; Kampung Yarona, Esania, Adi Jaya, Hia dan Guriasa. Sementara satu lainnya yakni Kampung Gaka sudah terakomodir di anggaran perubahan tahun 2021.

“Tahun ini di anggaran 2022, melalui Dinas Pertanahan itu ada 5 kampung yang dapat program Rp.4 Miliar yaitu Kampung Yarona, Esania, Adi Jaya, Hia dan Guriasa. Jadi untuk Distrik Buruway nanti diakhir tahun 2022 itu sudah total 6 kampung, tinggal 4 kampung. Ini satu penghormatan kepada masyarakat Buruway,” ujar Bupati.

Baca Juga:  Pimpin Sumpah Janji, Wabup Ismail: ASN Bukan Tuan, Tapi Pelayan

Pengambil keputusan tertinggi lingkup Pemkab Kaimana ini berharap, masyarakat bisa terlibat secara langsung dalam mensukseskan program ini. “ Dalam bentuk apa? jangan ketika proyek ini masuk, harga bahan lokal pasir, batu itu bapak dong kasih naik tinggi-tinggi. Biaya bongkar satu pokpok juga saya dapat informasi ada yang 20 sampai 30 juta. Sudah tentu dengan biaya yang begini besar akan berdampak dalam hal penyelesaian rumah tersebut,” imbuh Bupati. |RED|KN1| 


Bagikan Artikel ini:

Check Also

DPRK Kaimana akan Panggil Disperindagkop dan Pertamina Jika Antrean Panjang Pertalite Berlanjut

Bagikan Artikel ini: KAIMANANEWS.COM – Komisi B DPRK Kaimana akan berkoordinasi dengan Dinas Perindagkop UMKM terkait …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *