
KAIMANANEWS.COM- Pemerintah Kabupaten Kaimana melalui Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial Keluarga Berencana mulai melaksanakan aksi lapangan percepatan penanggulangan stunting, Selasa (4/10/2022).
Aksi lapangan oleh Tim Percepatan Penanggulangan Stunting Kabupaten Kaimana ini dipusatkan di PAUD Nurfal Falaah, samping Masjid Nurul Falaah, RT Bumsur II dan menyasar pada anak Bawah Lima Tahun (Balita) dan Bumil (ibu hamil).
Aksi lapangan percepatan penanggulangan stunting ini, dihadiri langsung Kepala Dinas Sosial dan Keluarga Berencana, Yacob Surbay bersama Kepala Dinas Kesehatan Kaimana, Arifin Sirfefa.
Dari kegiatan ini, ada sebanyak 23 Balita dan 12 ibu-ibu menjalani proses skrining oleh petugas. Skrining berupa penimbangan anak, pemeriksaan ibu hamil dan edukasi gizi dilakukan oleh 10 tenaga kesehatan dari Puskesmas Kaimana.
Kepala Dinas Sosial dan KB, Yakob Surbay saat dikonfirmasi menjelaskan, kegiatan aksi lapangan ini merupakan upaya yang dilakukan pemerintah untuk menanggulangi stunting di Kabupaten Kaimana.

“Kita laksanakan hari ini di sekitaran Bumsur dan Anda Air. Sasaran kita adalah anak-anak dan ibu hamil, maupun ibu-ibu yang sedang merencanakan kehamilan supaya diberikan edukasi yang tepat dalam penanganan stunting,” ujar Yakob.
Dijelaskan, aksi lapangan berupa skrining bagi Balita dan ibu hamil ataupun ibu yang sedang merencanakan kehamilan diperlukan agar ketika ditemukan kendala bisa ada upaya tindaklanjut.
“Kita perlu melakukan pemeriksaan kepada anak maupun ibu hamil, jika ditemukan ada kendala maka akan langsung kita berikan asupan gizi yang sesuai. Sedangkan tindak lanjut lainnya akan disiapkan surat rekomendasi kepada Bupati sebagai bahan pertimbangan dalam pembuatan kebijakan,” tutur Kadis Sosial.
Sementara Kepala Dinas Kesehatan, Arifin Sirfefa pada kesempatan yang sama mengatakan, masalah stunting di Kabupaten Kaimana, jika melihat angka riil pada tahun 2020 dan 2021 posisinya masih aman dan tidak melebihi standar nasional.
Saat ini, perkembangan stunting di Kabupaten Kaimana masih dalam proses pendataan berdasarkan laporan dari setiap Puskesmas. “Jika secara nasional yang merupakan hasil estimasi, maka angka stunting Kaimana memang tinggi. Tapi jika melihat data riil pada 2020 dan 2021, kita masih dalam posisi aman,” ungkap Arifin. |TOB|FRJ|
KAIMANA NEWS Media Informasi Publik