
KAIMANANEWS.COM – Tak lama lagi masyarakat Kaimana pengguna jasa kapal ferry akan menikmati dermaga baru. Pasalnya, pekerjaan pembangunan pelabuhan penyeberangan yang berlokasi di Kampung Coa, Distrik Kaimana ditargetkan akan rampung pada pertengahan Maret 2025.
Saat ini progress pembangunan dermaga sudah mencapai tahapan 80-an persen. Kontraktor pelaksana pembangunan pelabuhan penyeberangan ini adalah PT. Dharma Perdana Muda, dengan momor kontrak PL107/4/11/BPTD.PABAR/2024 sesuai yang tertera pada papan nama proyek.
Manajer Teknik, Ramadhan saat ditemui di lokasi pembangunan dermaga, Jumat (17/1/2025) mengatakan, pelabuhan penyeberangan Kaimana ini mulai dikerjakan pada akhir Mei 2024, dengan panjang sisi darat 160 meter dan panjang jembatan hingga penyandaran kapal berkisar 240-an meter.
Sementara lebar dermaga, baik sisi luar maupun sisi dalam dalam hal ini jembatan, secara keseluruhan mencapai 6 meter. Untuk sisi luar, akan ditambahkan trotoar untuk memudahkan para para pejalan kaki.
“Untuk panjang dan lebar dermaga secara parsialnya itu, sisi daratnya 160-an meter, sementara jembatannya 240-an meter sampai di titik kapal sandar dan lebarnya 6 meter. Tapi untuk sisi darat nanti fungsinya bisa berkurang karena ada trotoar buat pejalan kaki,” terang Ramadhan.

Ia juga akui, pekerjaan sempat tersendar akibat material tiang pancang terlambat tiba di Kaimana, serta faktor cuaca seperti hujan dan gelombang tinggi sehingga pekerjaan sempat terhenti untuk beberapa lama.
Menurutnya, sesuai target pekerjaan pembangunan pelabuhan penyeberangan ini selesai pada akhir Februari atau paling lambat pertengahan Maret 2025. Bahan material untuk pekerjaan yang masih tersisa sudah tersedia dan siap dipasang.
“Ini kan sedikit lagi sampai di jembatan. Kalau untuk sampai di tempat sandaran kapal tinggal sedikit lagi dan kerjanya tidak lama karena kan material yang dibutuhkan sudah standby semua tinggal dipasang. Progressnya, update hingga minggu kemarin itu sekitar 81 persen dan target kita selesainya itu akhir Februari sampai pertengahan Maret,” ungkapnya.
Dijelaskan pula, untuk pekerjaan non teknis dalam kegiatan pembangunan pelabuhan penyeberangan ini melibatkan banyak masyarakat lokal. Sementara bahan material pembangunannya, sebagian bahan baku lokal dan lainnya didatangkan dari luar.
“Tenaga kerja non teknis dari warga lokal 30-40 orang, tapi yang stay itu ada sekitar 10 sampai 15 persen, sedangkan tenaga teknis 5 orang. Tapi kalau ada pekerjaan seperti pengecoran, jumlah pekerja kita tambah untuk mengejar target karena harus cepat. Khusus material bangunan seperti kayu, papan, BBM itu ambil di Kaimana, sedang non lokal kita datangkan dari Sorong, Jawa dan Seram,” pungkasnya. |isw|












KAIMANA NEWS Media Informasi Publik