
KAIMANA- Sesuai rencana, Panitia Hari Besar Kristen (PHBK) Kabupaten Kaimana akan menggelar perayaan Natal Bersama melibatkan seluruh jemaat dari denominasi gereja se-Kabupaten Kaimana.
Perayaan Natal Oeikumene yang dipusatkan di kota Kaimana ini rencananya akan digelar setelah natal umum 25 Desember.
Demikian Ketua PHBK Kaimana, Pdt. Daniel Emola, S.Th menyampaikan ini saat dikonfirmasi terkait agenda PHBK Kabupaten Kaimana dalam rangka perayaan Natal Tahun 2018. Dikatakan, kepastian tanggal pelaksanaan untuk natal bersama akan disepakati dalam waktu dekat.
Dijelaskan, satu agenda penting yang sudah berhasil dilaksanakan PHBK adalah Parade Santa Claus yang dilaksanakan pada 5 Desember. Menurut Emola, Parade Santa Claus ini akan menjadi agenda rutin tahunan, yang wajib dilaksanakan diawal Desember sebagai pembuka acara natal bersama yang biasa dirayakan oleh sejumlah gereja maupun komunitas atau lembaga lainnya.
“Parade Santa Claus diharapkan akan menjadi kegiatan rutin tahunan. Kita akan melaksanakannya pada tanggal 1 Desember, sebagai pembuka semua kegiatan-kegiatan Natal yang biasa digelar pihak gereja maupun lainnya,” terangnya.
Dikatakan, Parade Santa Claus memiliki tujuan untuk mengajak seluruh umat Kristiani untuk bersatu dan memaknai bulan Desember sebagai bulan rahmat dalam rangka mempersiapkan diri menyambut kelahiran Kristus.
“Bahwa bulan Desember itu bulan rahmat, bulan bagi umat Kristiani untuk mempersiapkan hati dalam kekudusan menyambut Natal Kristus,” ujarnya.
Lebih jauh Emola juga mengajak umat kristiani Kaimana untuk selalu menjaga situasi dan kondisi daerah agar tetap aman dan kondusif. Umat kristiani juga diajak untuk tidak gampang terprovokasi oleh berbagai isu atau kejadian-kejadian yang hanya akan memecah belah persaudaraan dan persatuan bangsa, terutama menjelang pesta demokrasi.
“Yang jelas Natal merupakan sesuatu yang sangat menyejukkan hati. Dengan adanya berbagai masalah, berbagai kepentingan, kami berharap umat kristiani di Kaimana tetap tenang dan terus menjaga situasi agar tetap aman dan kondusif. Kita tidak boleh terprovokasi apalagi menjadi provokator dalam berbagai persoalan. Hiduplah sebagai pengikut Kristus yang taat dan saling mengasihi,” pungkasnya. (IWI)


KAIMANA NEWS Media Informasi Publik