
PEMERINTAH Distrik Kaimana, Jumat (6/12/2019), menggelar kegiatan Forum Pembangunan Kampung Menuju Distrik Praja melibatkan para kepala kampung terpilih, Bamuskam dan Sekretaris Kampung dari 17 kampung se-Distrik Kaimana. Kegiatan dibuka Kepala Distrik Kaimana, Sachrir Imannanto Kamakaula, S.STP.
Sesuai tema, kegiatan ini sendiri bertujuan menyiapkan aparatur kampung menuju program kerja dan pengawasan kegiatan tahun 2020-2026. Turut hadir, Kapolsek Kaimana AKP Munawar, Danramil Kaimana Kapten Inf. Robi Samangun, perwakilan bidang kesehatan dan pendidikan, serta undangan lainnya.
Kepala Distrik Kaimana Sachrir Kamakaula dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini sangat penting dalam rang mempersiapkan pemerintah kampung dalam menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kampung (RPJMK) tahun 2020-2026.
Selain Kepala Kampung dan Bamuskam, penyusunan RPJMK juga melibatkan elemen tarkait, seperti bidang pendidikan, kesehatan dan lainnya.
“RPJMK ini disusun untuk satu periode kepemimpinan yakni 2020-2026. Jadi kepala kampung, Bamuskam, perwakilan pendidikan kesehatan harus sama-sama menyiapkannya. Ini sangat penting karena selama ini setiap kali ada perencanaan tingkat kampung, banyak masyarakat mengeluh karena alasan tidak pernah diperhatikan. Makanya perlu ada RPJMK, supaya program setiap tahunnya jelas dan terukur,” ucap Kadistrik.

Ia juga menjelaskan, RPJMK yang akan disusun, harus mengacu pada visi dan misi kepala kampung, dimana visi misi kepala kampung ini juga tidak boleh keluar dari visi misi kepala daerah.
“Tahun pertama kampung mau kerja apa, tahun kedua apa dan seterusnya, itu harus ada dalam RPJMK. RPJMK juga harus mengacu pada visi misi kepala kampung. Begitu juga visi misi kepala kampung, tidak boleh keluar dari visi misi kabupaten,” terang Sachrir.
Lebih jauh Sachrir juga mengingatkan, bahwa mulai tahun 2020, penyusunan program kerja haruis berbasis potensi kampung. “Karena mulai tahun 2020 itu, penyusunan program kerja harus berbasis potensi kampung. Jadi dilihat setiap kampung ini potensi apa, misalnya pertanian, pariwisata, perikanan. RPJMK harus disesuaikan dengan itu, jangan disusun berdasarkan keinginan pribadi atau kelompok,” tegasnya. |KNT|
KAIMANA NEWS Media Informasi Publik