
KAIMANA- Menyalurkan hak suara pada pemilihan umum presiden dan wakil presiden, serta pemilihan calon anggota legislatif 17 April 2019, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cabang Kaimana, Manuel Yanusi berharap KPUD Kaimana menyiapkan TPS khusus bagi warga binaan.
Namun jika TPS dimaksud tidak bisa dibangun dalam area lapas, pihaknya berharap agar warga binaan Lapas dialihkan ke TPS terdekat.
Yanusi menyampaikan ini saat dikonfirmasi terkait TPS yang direkomendasikan oleh KPUD Kaimana untuk warga binaan Lapas. Dikatakan, sampai saat ini pihaknya belum mendapat petunjuk resmi dari KPUD terkait TPS yang akan digunakan oleh warga pemilih binaan Lapas Kaimana.
“Sampai sekarang belum ada surat resmi dari KPUD. Kemarin saya memang minta harus TPS khusus karena pertimbangan keamanan. Kami juga dengar ada penambahan 2 TPS di Kaimana, tetapi kalau memang tidak bisa disediakan khusus, kami minta diarahkan ke satu TPS tetapi yang terdekat supaya memudahkan kami melakukan pengawasan,” ungkap Yanusi, belum lama ini.
Ditambahkan, saat ini jumlah penghuni Lapas Kaimana tersisa 22 orang. Namun kemungkinan akan ada penambahan sebanyak 15 hingga 20 orang. Sehingga apabila tambahan ini masuk dalam daftar pemilih tetap, maka mereka secara otomatis akan menyalurkan hak pilih di TPS yang direkomendasikan.
“Kami diinformasikan akan ada penambahan 15 sampai 20 tahanan dari Polres Kaimana. Kalau mereka merupakan pemilih tetap di Kaimana, maka secara otomatis jumlah pemilih dari Lapas akan bertambah. Tapi ini nanti akan kami koordinasikan lagi dengan KPU,” tutup Yanusi. |AWI|

KAIMANA NEWS Media Informasi Publik