
BUPATI Kaimana terpilih, Freddy Thie mengatakan, dirinya bersama Wakil Bupati terpilih Hasbulla Furuada akan menggerakan roda pemerintahan secara cepat, tepat dan harus bisa membaca dan memanfaatkan setiap peluang.
Selama ini sebutnya, sistim birokrasi yang dijalankan masih terlalu berbelit-belit. Oleh karenanya ia tegaskan, kedepan dirinya akan menjalankan amanah dengan baik, sekaligus untuk menepis kekhawatiran masyarakat tentang latar belakang dirinya yang bukan seorang birokrat.
“Yang jelas amanah ini sudah diberikan kepada saya dan adik Hasbulla Furuada. Pasti ada sebagian masyarakat yang punya kekhawatiran karena saya bukan orang pemerintahan. Saya mau katakan bahwa kedepan kita akan bekerja cepat, tepat dan harus bisa menjemput peluang. Minta maaf kepada birokrat selama ini yang terlalu birokrasi, berbeda dengan pengusaha yang selalu berpikir cepat, tepat dan harus menjemput peluang,” ujarnya usai rapat terbuka KPU, Senin (22/2/2021).
Dikatakan, menjemput setiap peluang sangat penting dilakukan karena peluang biasanya datang hanya sekali. “Kenapa menjemput peluang karena peluang itu tidak akan berulang-ulang bisa kita dapat. Buktinya, yang sudah kita lakukan di Bappenas itu,” ungkapnya didampingi Wabup terpilih Hasbulla Furuada.
Disinggung tentang komposisi kabinet atau tim kerja yang nanti akan dibentuk untuk mendukung kebijakannya sebagai kepala daerah, Freddy tegaskan, yang bersangkutan minimal mempunyai kapabilitas, kredibilitas dan harus loyal untuk negeri.
“Ini bukan soal dukung mendukung, tapi minimal punya kapabilitas, kredibilitas dan harus loyal untuk negeri. Biasanya dalam satu rumah itu ada anak nakal dan anak baik. Tapi semua adalah anak kandung, tidak ada anak tiri. Kalau nakal harus baik dulu lah,” sentil Bupati ketiga Kaimana ini sambil tertawa.
Namun ia juga mengingatkan bahwa saat ini dirinya bersama Hasbulla Furuada masih berkonsentrasi pada persiapan pelantikan, karena pergeseran jabatan berdasarkan regulasi baru dapat dilakukan 6 bulan setelah pelantikan.
“Saat ini kita masih konsentrasi pada persiapan pelantikan. Kalau soal penyusunan komposisi kabinet, kan sesuai regulasi bahwa pergeseran pejabat dan pelantikan 6 bulan sesudah pelantikan baru Bupati dan Wakil Bupati punya kewenangan merombak kabinet. Regulasi juga akan menjadi acuan untuk kami bisa melihat siapa-siapa yang pantas karena bangun negeri ini butuh orang yang punya hati,” tambah Wabup Hasbulla. |RED|KN1|

KAIMANA NEWS Media Informasi Publik