Home / Berita Utama / Cegah Penyebaran Virus Campak-Rubella, Dinas Kesehatan Kaimana Gelar Pertemuan Lintas Sektoral

Cegah Penyebaran Virus Campak-Rubella, Dinas Kesehatan Kaimana Gelar Pertemuan Lintas Sektoral

Bagikan Artikel ini:

KAIMANANEWS.COM – Untuk mengantisipasi Kejadian Luar Biasa (KLB) Campak-Rubella pada ibu hamil, Dinas Kesehatan Kabupaten Kaimana menggelar pertemuan koordinasi lintas sektoral, Kamis (20/7/2023).

Pertemuan yang berlangsung di Aula Dinas Kesehatan melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD), Pemerintah Distrik, Lurah, Kepala Kampung serta tokoh agama.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Kaimana, Jubair Rumakat mengatakan, dari hasil pengiriman sampel pada bulan Maret tahun 2023, ditemukan 3 kasus campak di Kaimana yang datang dari luar Kaimana akibat mobilisasi orang pada saat liburan.

Ia juga menyebut, per 1 Januari 2023, seluruh wilayah di Indonesia masuk dalam kategori KLB campak dan rubella. Dan hampir semua kabupaten/kota di Provinsi Papua Barat, terkecuali Kabupaten Wondama, mengirimkan sampel.

Baca Juga:  Siap Berantas Judi, Kapolres Kaimana Minta Masyarakat Beri Informasi

“Dari hasil uji sampel tersebut, Kabupaten Teluk Bintuni tempati posisi teratas dengan jumlah 100 lebih kasus campak rubella, Kabupaten Kaimana tempati posisi paling rendah yakni 3 kasus campak,” terang Kabid P2P.

Untuk mengantisipasi munculnya KLB campak dan rubella, dirinya menghimbau seluruh masyarakat Kaimana yang mempunyai anak bayi dan balita agar segera melakukan imunisasi campak dan rubela.

“Baik yang sudah diimunisasi atau belum, wajib datang untuk dilakukan imunisasi campak rubella,” tegasnya.

Baca Juga:  Sekda Peringatkan OPD Jaga dan Kelola Baik Aset Kantor

Dijelaskan, Campak merupakan suatu penyakit yang biasa dikenal dengan nama serampa. Namun ditahun ini, muncul kejadian luar biasa yang disebabkan karena pada masa pandemi Covid-19, banyak anak-anak yang tidak melakukan imunisasi secara lengkap.

“Campak-Rubella lebih cenderung kepada ibu hamil. Hal ini sangat berbahaya, karena dapat menyebabkan bayi dalam kandungan lahir dengan kondisi cacat, kalau tidak dilakukan vaksinasi campak secepatnya mungkin,” imbuhnya.

Untuk memaksimalkan layanan imunisasi, pihaknya akan membangun posko pelayanan vaksinasi serta melakukan swiping bagi keluarga yang tidak membawa anaknya untuk diimunisasi. |SMI|RED|


Bagikan Artikel ini:

Check Also

Bupati Kaimana Lepas Pawai Obor Menyambut Idul Adha 1447 Hijriah

Bagikan Artikel ini: KAIMANANEWS.COM – Bupati Kaimana, Drs. Hasan Achmad, M.Si melepas secara resmi kegiatan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *