
POLITISI PDI Perjuangan, Charllie Maipauw saat tampil sebagai orator dalam kampanye terbuka pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Rita Teurupun-Leonardo Syakema di RT 05 Kampung Trikora, Kamis (15/10/2020) malam, kembali menegaskan, Rita Teurupun merupakan mantan Sekda berprestasi di Papua Barat.
Rita Teurupun telah teruji kemampuannya selama menjadi Sekda. Ia memiliki kemampuan mengelola pemerintahan dan seorang yang mampu menjaga komitmen atas rencana kerja yang sudah ditawarkan kepada masyarakat.
“Seorang Sekda itu dipilih atas dasar prestasi dan kemampuan kerja. Selama 7 tahun menjabat sebagai Sekda, mendapat predikat sebagai Sekda terbaik di Papua Barat. Ini didasarkan pada penilaian-penilaian pejabat yang lebih tinggi, bahwa seorang Rita Teurupun layak mendapat itu karena kemampuannya yang luar biasa,” ungkap Charllie.
Dikatakan, selama bekerja sebagai Sekda, Rita Teurupun sudah menunjukkan kemampuan dalam menata birokrasi pemerintahan dan benar-benar maksimal dalam membantu Bupati dan Wakil Bupati melaksanakan tugas pemerintahan.
“Beliau sukses melaksanakan tugas birokrasi. Untuk itu, mari warga RT 05, kesampingkan sebutan-sebutan Bupati boneka. Kita tanamkan bahwa bupati yang kita dukung adalah bupati yang memiliki kemampuan untuk mengelola pemerintahan. Bupati yang punya kemampuan menjaga komitmen atas apa yang ditawarkan kepada bapak-ibu sekalian,” ujarnya.

Kesempatan yang sama Charllie juga menjelaskan terkait mekanisme pemanfaatan APBD. Dihadapan massa pendukung dan simpatisan, ia tegaskan, ada regulasi yang mengatur pemanfaatan APBD, sehingga tidak bisa digunakan sesuai keinginan.
“Kami ini anggota DPRD. Kami aktif setiap saat mengikuti proses pembahasan anggaran. Tahun ini APBD kita 1,2 T, dari sisi angka kelihatannya banyak. Tapi penggunaannya diatur oleh regulasi, ada pos belanja langsung dan belanja tidak langsung. Itu tidak bisa di ganggu gugat oleh siapa pun,” terang Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kaimana ini.
Menutup orasi politiknya, Charllie memberikan tantangan khusus kepada seluruh warga RT 05 Kampung Trikora, agar memenangkan Risma pada 9 Desember 2020.
“Kita lihat dari sisi geografis wilayah, ada kekhususan Ibu Rita di RT 05 ini. Ibu Rita ini anak kompleks. Malu kalau anak kompleks kalah di kompleksnya. Tunjukkan jati diri sebagai warga RT 05 bahwa pemimpin kami tinggal di kompleks kami,” pungkasnya. |TOB|KN1|

KAIMANA NEWS Media Informasi Publik