
CORONA Virus tidak hanya berdampak menurunnya tingkat pendapatan masyarakat, tetapi juga menimbulkan kesulitan tersendiri bagi para mahasiswa Kaimana yang ada di sejumlah kota studi.
Setelah kurang lebih sebulan lamanya dirumahkan oleh pihak kampus, para mahasiswa asal Kaimana ini mulai kesulitan menjalani hidup sehari-hari.
Selain kesulitan biaya internet untuk mengikuti kuliah online, mereka juga kehabisan bahan makanan (Bama) karena transfer dana dari orangtua berkurang, bahkan ada yang tidak mendapatkan transferan sama sekali.
Ketua Serikat Mahasiswa Kaimana (Semak) Makassar, Muhammad Agus Jaya dan Ketua Semak Jakarta,Sabil Rosadi Puarada menyampaikan ini ketika menghubungi Kaimana News, Senin (13/4/2020).
Keduanya mengatakan, persoalan ini tidak hanya dialami mahasiswa Kaimana di Makassar maupun Jakarta, tetapi dialami pula oleh seluruh mahasiswa Kaimana yang ada di kota studi lainnya.
Dikatakan, kesulitan mendapatkan bahan makanan ini, disebabkan harga yang terus naik, sementara transferan dana dari orangtua juga berkurang karena sama-sama mengalami dampak Covid-19.
“Setelah sebulan dirumahkan, kami saat ini kesulitan bahan makanan untuk kebutuhan sehari-hari. Ini bukan saja terjadi pada kami di Makassar, tetapi dialami juga oleh teman-teman di kota studi lainnya,” ungkap keduanya via ponsel.
Untuk bisa bertahan hidup lanjutnya, mahasiswa yang memiliki keterbatasan secara ekonomi, terpaksa menumpang makan dan minum pada teman lainnya yang berkecukupan.
Mewakili rekan-rekan mahasiswa lainnya, keduanya berharap, Pemerintah Kabupaten Kaimana bisa membantu mereka mengatasi kesulitan yang dihadapi.
“Untuk bertahan hidup, yang susah terpaksa menumpang makan di rekan-rekan yang ada lebih. Kami berharap kesulitan yang kami hadapi ini mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Kaimana,” pinta mereka. |DAR|AWI|
KAIMANA NEWS Media Informasi Publik