


DINAS Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM Kaimana diminta mencari solusi untuk memasarkan komoditi pisang yang ada di Kabupaten Kaimana.
Hal ini diperlukan karena di tengah Pandemi Covid-19 saat ini, masyarakat kesulitan memasarkan pisang akibat kapal pengangkut tidak beroperasi.
Mikhael, Ketua Koperasi Iramaika Bersatu Mandiri menyampaikan ini disela berlangsungnya pelatihan Managemen Koperasi yang digelar Yayasan EcoNusa di Grand Papua Hotel, Selasa (18/8/2020).

Dikatakan, produksi pisang Kaimana cukup tinggi, sehingga perlu dicarikan solusi lain agar potensi yang besar ini membawa manfaat bagi masyarakat Kaimana.
“Kami berharap Dinas Perindagkop bisa mengusahakan untuk bagaimana pisang yang masyarakat hasilkan bisa sampai Timika dalam kondisi utuh. Misalnya dengan pengadaan kontainer, karena selama ini banyak pisang yang membusuk,” ungkap Mikhael.
Menanggapi ini, Kepala Dinas Perindagkop UKM Kaimana, Agustinus Janoma, SE yang turut hadir dalam pelatihan dimaksud mengatakan, penyediaan kontainer untuk pendistribusian pisang bisa saja dilakukan. Namun persoalan yang selama ini terjadi, kontainer tidak berisi ketika kembali.
“Untuk kontainer bisa saja dilayani. Tetapi permasalahannya selama ini, kontainernya tidak memiliki muatan pada saat pulang. Mereka maunya pergi dan pulang harus selalu ada isi,” terang Janoma. |DAR|AWI|














KAIMANA NEWS Media Informasi Publik