
“Datang ke Kaimana itu beliau sendiri yang tentukan. Kalau Pegaf saya sendiri yang sampaikan. Waktu saya sampaikan terus tiba-tiba beliau bilang kalau Kaimana? Saya mengatakan silahkan kalau Bapak mau datang ke Kaimana.”
Demikian Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan menceritakan tentang awal kisah rencana kunjungan Presiden RI Joko Widodo ke Kaimana yang terkesan mendadak.
Menurut Gubernur, awalnya Presiden menyampaikan keinginan untuk berkunjung ke Papua Barat. Atas keinginan tersebut, dirinya menawarkan untuk mengunjungi Kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf). Namun Jokowi pada saat itu malah secara khusus menyebut nama Kaimana.
“Saat ikut dalam peresmian Palapa Ring 1, di istana Pak Presiden sampaikan mau kunjungan ke Provinsi Papua Barat. Saya tetapkan Kaimana, tapi beliau bertanya tentang Kaimana. Akhirnya kita tetapkan Kabupaten Pegunungan Arfak dan Kaimana,” ungkap Dominggus disela meninjau lokasi Taman Kota.
Terkait jadwal kedatangan, Dominggus jelaskan, Presiden tiba di Sorong pada Minggu (27/10) pagi dengan pesawat kepresidenan, dilanjutkan ke Manokwari menggunakan pesawat jenis lainnya. Tiba di Manokwari, Presiden akan langsung ke Pegaf menggunakan helikopter.
“Setelah itu kembali lagi ke Manokwari, lalu melanjutkan perjalanan ke Kaimana dengan pesawat AU. Di Kaimana beliau bermalam dan ingin melihat senja di Kaimana. Senin pagi beliau terbang ke Wamena,” terang Gubernur.
Ditanya apa saja agenda utama Presiden dalam kunjungan kerjanya ke Papua Barat, Gubernur jelaskan, agenda utama Presiden adalah meninjau kegiatan pembangunan terutama di dua kabupaten yakni Pegunungan Arfak dan Kaimana.
Untuk diketahui, rencana kedatangan Presiden Jokowi ke Kaimana kian pasti. Hal ini ditandai dengan kedatangan 50 personil Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) menggunakan Hercules milik TNI AU bernomor seri A-1317, yang sekaligus mengangkut mobil kepresidenan serta 4 unit sepeda motor pengawal. |KNT|
KAIMANA NEWS Media Informasi Publik