
KAIMANANEWS.COM – Perairan sekitar kawasan Bandar Udara Utarom Kaimana membutuhkan pemecah ombak (breakwater) berskala besar untuk mengantisipasi terjadinya pengikisan daratan atau pantai akibat hantaman gelombang (abrasi) pada musim angin timur maupun barat setiap tahun.
Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Utarom Kaimana, Juprianto Pali, S.Sos menyampaikan ini saat dikonfirmasi terkait ancaman lain yang kemungkinan besar akan dihadapi Bandara Utarom Kaimana kedepan mengingat posisinya yang berada tepat di tepi pantai.
Dikatakan, saat ini kerusakan talud dan pagar sisi pantai bandara akibat abrasi sedang dalam proses perbaikan dengan dukungan penuh Dinas Perhubungan Provinsi Papua Barat. Pekerjaan dilaksanakan setelah aktivitas penerbangan dan ditargetkan rampung dalam dua bulan kedepan.
“Jadi untuk kerusakan yang ada di bandara yakni talud dan pagar sudah ada perhatian khusus dari Dinas Perhubungan Provinsi Papua Barat. Mereka sudah lakukan perbaikan dan sampai saat ini masih on progress, mudah-mudahan dua bulan kedepan masalah talud dan pagar akibat abrasi ini bisa kita tangani,” ujarnya saat peringatan Hari Perhubungan Nasional, Kamis (17/9/2026).
Namun disisi lain, Kepala UPBU Uatrom justru mengingatkan tentang ancaman lain yang bakal mengganggu aktivitas Bandara Kaimana kedepan. Menurutnya, trend angin timur dan angin barat di Kaimana yang terjadi setiap tahun, sangat berpotensi merusak talud dan pagar bandara akibat hempasan gelombang yang deras.
Untuk itu, ia berharap Pemerintah Kabupaten Kaimana maupun Pemerintah Provinsi Papua Barat perlu membuat perencanaan jangka panjang untuk mengantisipasi ancaman abrasi dengan membangun pemecah ombak di sepanjang kawasan pantai bandara.
“Trend yang terjadi di Kaimana ini kan kalau tidak angin timur ya angin barat. Jadi keduanya mempengerahui gelombang air laut sehingga tambah merusak pagar bahkan fondasi. Mungkin harapan kami kedepan Pemerintah Kabupaten maupun Pemerintah Provinsi Papua Barat ada perhatian khusus untuk bangun pemecah ombak yang lebih besar sehingga bandara tidak terganggu karena abrasi,” pungkasnya. |isw|
KAIMANA NEWS Media Informasi Publik