
KAIMANANEWS.COM- Kabupaten Kaimana merupakan salah satu daerah di Papua Barat dengan status malaria kategori endemis sedang. Data terakhir menunjukan angka kesakitan malaria di Kabupaten Kaimana mencapai 282 kasus positif.
Mengatasi masalah ini sekaligus dalam rangka mencapai komitmen eliminasi malaria pada tahun 2029, Dinas Kesehatan Kabupaten Kaimana selama bulan Maret ini akan secara massal membagikan 22.990 kelambu berinsektisida kepada masyarakat.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Kaimana, Jubair Rumakat, SKM, Selasa (7/3/2023) menjelaskan, untuk menekan kasus malaria, pusat dan daerah sedang melakukan pembagian kelambu massal untuk beberapa daerah yang angka kasusnya masih tinggi.
Untuk Kabupaten Kaimana total kelambu yang akan dibagikan sebanyak 22.990 dengan rincian Puskesmas Kaimana 13.127, Puskesmas lobo 2.135, Puskesmas Tanusan 3.246, Puskesmas Tairi 2.048 dan Puskesmas Tugarni 2.434.
Dijelaskan, ada 3 strategi yang dilakukan menuju eliminasi malaria yakni; akselerasi dalam hal ini mencari kasus secara aktif untuk pengobatan dan kelambunisasi; intensifikasi pada penduduk endemis moderat melalui lintas sektor dan lintas program untuk memantau vector dan surfelens epidemologi terhadap kasus; serta eliminasi pada daerah endemic rendah agar tidak terjadi penambahan kasus dalam daerah itu.
“Untuk menuju eliminasi malaria di Kabupaten Kaimana kami sudah melakukan beberapa hal, diantaranya melakukan pelatihan untuk tenaga laboratorium dan menempatkan microskop disetiap PKM, melatih tenaga kader malaria dan juru pemantau jentik (Jumantik ) di wilayah Puskesmas Kaimana,” terang Jubair via whatsapp.
Ia juga menyebut, semua kasus malaria yang ditemukan dengan RDT, jika positif akan dilakukan pemeriksaan mikroskopis untuk menegakkan diagnose. Sedangkan untuk daerah yang ditemukan kasus akan dilakukan IRS/penyemprotan rumah dan pembagian bubuk abate.
Ditambahkan, penggunaan kelambu akan sangar membantu melindungi anak dari gigitan nyamuk, serta mencegah kurang darah, keguguran sampai kematian karena kelambu yang dibagikan terbuat dari bahan polister, lembut, sejuk, halus dan pori-pori kecil.
“Dengan memanfaatkan kelambu secara baik, masyarakat ikut mengantarkan Kaimana menuju eliminasi malaria di tahun 2029,” ujarnya sembari mengajak masyarakat yang ingin mendapatkan kelambu untuk menghubungi puskesmas terdekat. |KN1|
KAIMANA NEWS Media Informasi Publik