Home / Berita Utama / Miris, Banyak Pelajar Terpaksa Jalan Kaki Selepas Sekolah, Keberadaan Bus Sekolah Dipertanyakan

Miris, Banyak Pelajar Terpaksa Jalan Kaki Selepas Sekolah, Keberadaan Bus Sekolah Dipertanyakan

Bagikan Artikel ini:

KAIMANANEWS.COM- Pemandangan tak elok nampak terlihat disepanjang jalan mulai dari pusat kota Kaimana hingga Krooy bahkan Bantemi di siang hari, tepatnya pada jam pulang sekolah.

Puluhan pelajar mulai dari yang berseragam merah-putih, putih-biru dan putih-abu abu terpaksa berjalan kaki selepas sekolah, akibat bus sekolah yang konon disediakan Pemerintah Daerah untuk kebutuhan transportasi mereka tidak jelas dimana rimbanya.

Ironisnya lagi, anak-anak yang terpaksa memilih berjalan kaki saat pergi dan pulang sekolah ini, didominasi anak-anak asli Papua, yang datang dari kampung untuk mengenyam pendidikan di kota.

Diantara mereka ada yang tinggal di rumah kost, namun tidak sedikit pula yang menumpang di rumah keluarga, dimana ketika tiba di rumah mereka tentu berkewajiban membantu pekerjaan rumah walaupun kondisi tubuh lelah setelah berjalan kaki cukup jauh.

Baca Juga:  8 Kepala Puskesmas di Kaimana Resmi Diganti, 2 Lainnya Menyusul

“Kalau pagi kadang saja kami dapat naik bus sekolah. Tapi kalau siang begini selalu tidak ada mobil, jadi kami jalan kaki saja,” demikian penuturan beberapa anak yang sempat ditemui media ini.

Mereka mengaku, hanya sesekali mendapat tumpangan bus sekolah dan itu terjadi pada pagi hari saat berangkat sekolah, sementara pada siang hari bus sekolah jarang beroperasi sehingga mereka terpaksa memilih berjalan kaki karena tidak memiliki uang untuk ongkos ojek atau angkutan umum lainnya.

Kondisi ini sudah terjadi selama beberapa bulan terakhir, dimana bus sekolah yang biasanya mengangkut para pelajar saat pergi dan pulang nyaris jarang beroperasi. Namun anehnya, bus sekolah ini beberapa kali terlihat membawa penumpang tapi bukan anak sekolah.

Baca Juga:  Anggota DPR-PB Arifin Reses di Kaimana dengan Berbagi 400 Paket Sembako

Banyaknya pelajar yang berjalan kaki pada saat pergi dan pulang sekolah ini juga mendapat perhatian serius dari kalangan masyarakat. Mereka mempertanyakan keberadaan bus sekolah yang terkesan tidak lagi berfungsi sebagaimana mestinya.

Bahkan seseorang dalam akun media sosial miliknya mengkritis keberadaan ‘bus sekolah’ yang dilihatnya terparkir di halaman Kantor Bupati. “Nama disamping besar-besar bus sekolah, tapi parkir didalam lingkungan kantor Sekda,” tulisnya sembari meminta Pemerintah Daerah berempati melihat nasib anak-anak sekolah yang berjalan kaki. |RED|


Bagikan Artikel ini:

Check Also

Juli Hingga Oktober, Papua Barat Berlakukan Pengurangan dan Penghapusan Sanksi Administrasi Pajak Ranmor

Bagikan Artikel ini: KAIMANANEWS.COM – Kepala Kantor UPT Samsat Kaimana, Andy Kusuma menegaskan bahwa Pemerintah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *