
UPAYA Pemerintah Kabupaten Kaimana dalam meningkatkan perekonomian masyarakat melalui pengembangan sektor unggulan memang patut diapresiasi.
Satunya diantaranya adalah melalui program pengembangan rumput laut dengan alokasi pembiayaan yang cukup besar melalui Dinas Perikanan. Program ini cukup bagus, namun belum memberikan dampak yang berarti bagi peningkatan ekonomi masyarakat.
Salah satu pembudi daya rumput laut Kampung Murano, Barnabas Nasua kepada KaimanaNews.Com beberapa waktu lalu membeberkan, belum adanya dampak positif bagi masyarakat dari program pengembangan rumput laut disebabkan program tersebut masih menggunakan pendekatan proyek.
Pemerintah dalam hal ini dinas terkait lanjutnya, melakukan pendampingan terhadap masyarakat hanya pada saat proyek pengembangan rumput laut yang dianggarkan melalui APBD sedang berjalan.
Sesudahnya lanjut Nasua, tenaga pendamping dari Dinas Perikanan tidak lagi berada di kampung untuk melakukan pembinaan lanjutan. Masyarakat aku Nasua, berharap agar pendampingan dilakukan secara berkelanjutan sampai masyarakat mencapai kemandirian.
“Biasanya pas ada proyek baru orang Dinas semua ada di kampung, sama-sama kerja dengan masyarakat. Nanti saat tidak ada proyek, mereka juga hilang, tidak lagi bina masyarakat. Jadi dorang punya pembinaan itu hanya pada saat proyek turun. Proyek selesai, pendampingan juga selesai. Padahal kami masyarakat ini maunya selesai tahap pertama, dilanjutkan ke tahap berikutnya, supaya pada waktunya kami bisa kerja sendiri,” harapnya. |RED|KN1|


































KAIMANA NEWS Media Informasi Publik