
KAIMANA- Sekretaris Daerah Kabupaten Kaimana, Rita Teurupun, S.Sos mengatakan, distribusi para medis pada fasilitas pelayanan kesehatan pertama (Fasyankes) di wilayah Kabupaten Kaimana, serta penyaluran obat-obatan telah sesuai dengan kebutuhan.
Sekda menyampaikan ini menanggapi saran DPRD Kaimana agar semua Puskesmas/Pustu maupun Polindes yang tersebar di Kabupaten Kaimana perlu mendapat perhatian khusus dalam penempatan tenaga perawat maupun bidan, serta ketersediaan obat-obatan.
Menurut Sekda, distribusi maupun ketersediaan obat-obatan seharusnya tidak ada masalah, dikarenakan penyediaan obat-obatan menggunakan sistim manajemen tersendiri guna memastikan ketersediaan obat secara berkelanjutan.
Sementara disisi lain Sekda akui, masih ada tenaga medis yang belum melaksanakan tugasnya dengan baik. Hal ini sejalan dengan pendapat Fraksi Partai Amanat Nasional yang meminta agar Pemerintah Daerah melakukan pengawasan dan evaluasi terkait kehadiran tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat di kampung-kampung.
‘’Fakta bahwa masih ada tenaga medis yang belum melaksanakan tugasnya dengan baik akan menjadi perhatian Pemerintah Daerah,’’ ujarnya mewakili Bupati pada siding pembahasan dan penetapan APBD 2019, Sabtu (22/12) lalu.
Dijelaskan, hukuman disiplin terhadap ASN, termasuk para medis telah mulai dilaksanakan dan diharapkan dapat memperbaiki kinerja ASN kedepannya. Lebih jauh menanggapi saran dewan agar Pemerintah Daerah segera menyelesaikan persoalan RSUD, Sekda jelaskan, Tahun 2019 akan dilakukan revitalisasi RSUD.
‘’Tahun 2019 akan dilakukan revitalisasi RSUD, termasuk pengusulan kenaikan akreditasi yang diharapkan linier dengan mutu pelayanan yang diberikan. Pemerintah Daerah akan terus berupaya untuk membenahi pelayanan pada RSUD,’’ pungkas Sekda. |AWI|
KAIMANA NEWS Media Informasi Publik