
KAIMANA- Bupati Kaimana, Drs. Matias Mairuma mengatakan, perlu ada program tetap (Protap) latihan penanganan kecelakaan di perairan melibatkan semua instansi terkait, mengingat kurang lebih 90 persen wilayah Kaimana hanya dapat dijangkau dengan melintasi perairan.
“Protap latihan bisa dikoordinir oleh Badan Pencarian dan Pertolongan, dalam hal ini Pos Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kaimana selaku institusi yang memiliki tupoksi di bidang itu,” ungkap Bupati membuka Rakor SAR yang digelar Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika di Kaimana Beach Hotel, Senin (7/5) lalu.
Dikatakan, dilihat dari letak geografis, perairan Kaimana sangat rawan terhadap kecelakaan laut. Hal ini merujuk pada data sejak tahun 2017 hingga saat ini, dimana telah terjadi kecelakaan laut sebanyak 6 kali di perairan Kaimana.
Untuk menolong para korban, tentunya dibutuhan keahlian khusus dari regu penolong dalam menghadapi kondisi arus yang cukup tinggi serta cuaca yang ekstrim. Untuk itulah, program tetap pelatihan penanganan kecelakaan laut perlu digiatkan.
“Mengantisipasi kecelakaan yang datang tanpa diduga ini, perlu ada program tetap pelatihan penanganan bencana, sehingga ketika terjadi kecelakaan tim penolong dalam posisi siaga,” ungkap Bupati.
Rakor yang mengusung tema “Kita tingkatkan Kerjasama dan sinergitas Badan Pencarian dan Pertolongan dengan potensi SAR untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan, bencana dan kondisi membahayakan manusia” ini, turut dihadiri Sekda Kaimana, Rita Teurupun dan sejumlah pimpinan OPD. (KNT)
KAIMANA NEWS Media Informasi Publik