
DEWAN Pimpinan Daerah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Kaimana meminta Pemerintah Daerah agar lebih serius memperhatikan nasib seluruh tenaga perawat, terlebih khusus yang berada di garda terdepan dalam penanganan Covid-19.
Hal ini penting mengingat saat ini ada sejumlah perawat yang berdasarkan Rapid Test dinyatakan reaktif dan terpaksa menjalani isolasi di RSUD, padahal dalam memberikan pelayanan telah dilengkapi APD (Alat Pelindung Diri).
Ketua DPD PPNI Kaimana, Hans Janes Litaay, S,Kep,NS menyampaikan ini, Rabu (27/5/2020). Dikatakan, keseriusan Pemerintah daerah dalam memperhatikan nasib para perawat dan dokter, sangat dibutuhkan mengingat wabah Covid-19 ini belum bisa dipastikan kapan akan berakhir.
“Ada beberapa perawat Kami yang terpaksa harus diisolasi di RSUD karena berdasarkan RT mereka reaktif. Padahal kalau mau dilihat mereka telah dilengkapi APD. Ini disebabkan kondisi kesehatan mereka menurun, sehingga butuh perhatian serius dari Pemerintah Daerah dalam hal ini Tim Satgas Covid 19 untuk menyediakan makanan yang layak dan asupan vitamin serta obat-obatan guna meningkatkan daya tahan tubuh mereka,” ujar Hans Litaay.
Dikatakan, perawat maupun tenaga kesehatan lainnya yang berada di garda terdepan penanganan Covid, memiliki resiko tertular yang sangat tinggi karena mereka yang bersentuhan langsung dengan pasien.
Oleh karenanya lanjut Litaay, perlu ada tindakan antisipasi terhadap keselamatan mereka, baik melalui persediaan APD, tetapi juga melalui persediaan makanan dan vitamin yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh.
Para tenaga perawat dan dokter yang berada di garda terdepan penanganan Covid ini, ujar Hans Litaay, harus berada dalam kondisi tubuh yang benar-benar sehat dan stabil. Mereka juga berharap pada waktunya bisa kembali ke rumah bertemu keluarga.
“Jika mereka sakit, siapa yang akan menjaga pasien di ruang isolasi. Oleh karena itu, kami dari PPNI berharap agar Pemerintah Daerah memperhatikan kondisi kesehatan para perawat dan dokter. Jangan sampai mereka lah yang justru menjadi korban karena minimnya perhatian,” pungkasnya. |DAR|AWI|

KAIMANA NEWS Media Informasi Publik