
SETELAH berkeliling di beberapa daerah di Papua dan Papua Barat termasuk Kaimana belum lama ini, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi berkomitmen akan membenahi transportasi udara dan laut.
Di Papua Barat, ada 4 Bandara yang akan dibenahi yakni Bandara Waisai Raja Ampat, Teluk Wondama, Fakfak dan Bandara Utarom Kaimana. Untuk pengembangannya, Menhub telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Papua Barat.
Selain tiga bandara ini, Menhub Budi Karya juga mengusulkan perpanjangan landasan pacu Bandara Rendani yang kini memiliki panjang 2.000 x 45 meter.
Perpanjangan runway ini bertujuan agar bandara tersebut bisa didarati pesawat jet dengan ukuran yang lebih besar, sehingga bisa meningkatkan ekonomi di wilayah Papua Barat.
“Insya Allah kami bisa menambah runway sepanjang 300 meter untuk Rendani dimana akhir 2020 sudah selesai. Kita juga akan mengupayakan ada perbaikan di terminal tapi kita harus melakukan evaluasi besaran-besaran yang akan dilakukan,” ujar Menhub dikutip dari liputan6.com, Rabu (2/10/2019).
Beralih lebih ke timur, Menhub Budi juga mengusulkan pengembangan Bandara Nabire, serta telah mengajak PT Angkasa Pura I untuk mengurusi Bandara Sentani di Jayapura lewat skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Penandatanganan kerjasama ini akan dilakukan pada 14 Oktober mendatang.
“Kami nyatakan disini ada kerjasama KPBU dengan PT AP I untuk mengelola Bandara Sentani, dan PT AP I akan mengeluarkan Rp 550 miliar untuk landasan dengan PCN yang tinggi agar semua jenis pesawat dapat mendarat disini serta dilakukan juga pengembangan terminal,” jelasnya.
Pemerintah disebutnya juga bakal membangun dermaga pelabuhan penyeberangan di Danau Sentani sebagai transportasi air menuju Bandara Sentani. Dia akan menghibahkan dua kapal penyebrangan yang dioperatori oleh PT ASDP.
Di sisi lain, Menhub telah berdialog dengan pemerintah daerah setempat terkait pembangunan dan pengembangan sarana dan prasarana transportasi di kabupaten-kabupaten yang ada di Provinsi Papua.
Seperti di Kabupaten Yahukimo, dimana Kementerian Perhubungan akan memperbanyak pergerakan pesawat berbadan lebar serta pembangunan 2 bandara perintis. Menhub mengapresiasi Pemkab Asmat yang telah membangun sendiri landasan sepanjang 1.600 Meter.
“Untuk Kabupaten Yahukimo kita akan mengupayakan banyak pergerakan pesawat berbadan lebar disana,” ucapnya. Tak hanya di Yahukimo, Menhub juga akan segera meresmikan terminal Bandara Oksibil di Kabupaten Pegunungan Bintang.
Sebagai hasil kunjungan, ia mengatakan koordinasi telah berjalan baik dan Kemenhub secara konsisten akan mengucurkan dana sejak 2019 hingga 2021. Menurutnya anggaran tersebut harus terus dikoordinasikan mengingat proses pengadaan tanah dilakukan oleh Pemda.
“Kami mengundang pak gubernur dan bupati, saya minta ada suatu proposal yang lebih lengkap baik itu pembebasan tanah atau pun rencana anggaran. Supaya tanggal 14 Oktober nanti itu kita bisa finalkan semua proyek ini untuk dikerjakan di 2019 ataupun 2020. Mengingat kita sedang mengatur anggaran 2020 itu secara lebih pasti,” tuturnya. |KNT|
KAIMANA NEWS Media Informasi Publik