Home / Berita Utama / Pintu Masuk akan Dilengkapi Tes GeNose, Ketentuan Teknis PPKM Menyusul

Pintu Masuk akan Dilengkapi Tes GeNose, Ketentuan Teknis PPKM Menyusul

Bagikan Artikel ini:

BUPATI Kaimana, Freddy Thie mengatakan, keputusan untuk melakukan penutupan sementara pintu masuk dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) akan diambil setelah melakukan rapat koordinasi dengan tokoh masyarakat, Forkopimda dan Satgas Covid-19.

Saat ini, tindakan awal yang diambil Pemda Kaimana untuk mencegah masuknya orang dengan gejala Covid-19 adalah mendatangkan alat tes GeNose. Perangkat ini akan ditempatkan di Bandara dan Pelabuhan Laut.

Dikatakan, langkah ini diambil untuk mengantisipasi jikalau lockdown tidak bisa dilakukan secara besar-besaran atau jikalau ada warga Kaimana dari luar yang terpaksa pulang karena persoalan tertentu.

Dengan alat tes GeNose lanjut Bupati usai melantik pengurus PKK Kabupaten Kaimana, kita bisa memastikan bahwa yang bersangkutan benar-benar steril masuk ke wilayah Kaimana.

Baca Juga:  Warga RT Genova Bersama Alumni Mahasiswa Malang Bersihkan Kali Sukun

“Saya sudah perintahkan untuk mengadakan alat tes GeNose supaya ditempatkan di bandara satu dan  pelabuhan satu sebagai alat untuk melakukan pengecekan ulang. Artinya kalau orang datang walaupun sudah antigen kita harus pastikan lagi bahwa yang bersangkutan benar-benar steril, baru bisa masuk. Karena tidak menutup kemungkinan ada yang datang dalam kondisi yang sudah terpapar,” ujar Bupati, Kamis (1/7/2021).

Sementara terkait penutupan sementara pintu masuk atau Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat, Bupati mengatakan, akan diputuskan setelah pihaknya melakukan rapat koordinasi dengan Forkopimda, tokoh-tokoh masyarakat dan Satgas Covid-19.

Baca Juga:  Mal Pelayanan Publik DPMPTSP-TK Kaimana Sediakan 75 Jenis Layanan

“Berkaitan dengan langkah-langkah lebih lanjut terkait pembatasan jam malam atau bandara dan pelabuhan, nanti kita akan rapat koordinasi dengan tokoh-tokoh masyarakat, Forkompimda. Kita akan mendengar masukan dan pendapat, baru kita mengambil keputusan,” ungkap Bupati.

Tetapi khusus kegiatan yang melibatkan banyak orang, Bupati mengatakan, pihaknya sudah mengeluarkan surat pembatasan. “Kita sudah keluarkan surat untuk pembatasan kegiatan yang melibatkan banyak orang, seperti acara pernikahan, arisan dan lainnya. Kita minta supaya dihentikan. Kita harap masyarakat jangan sampai berkumpul dalam jumlah yang banyak. Kalau ada kita kasih peringatan, bahkan langsung dibubarkan,” pungkas Bupati. |RED|KN1|


Bagikan Artikel ini:

Check Also

Gerakan Langit Biru Partai Demokrat Kaimana Sasar 3 Rumah Ibadah Jelang HUT ke-25

Bagikan Artikel ini: KAIMANANEWS.COM – Menyambut Hari Ulang Tahun ke-25 yang jatuh pada 9 September …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *