Home / Berita Utama / Prevalensi Stunting Kaimana Berada di Urutan ke-9 se-Papua Barat, OPD Diminta Fokus

Prevalensi Stunting Kaimana Berada di Urutan ke-9 se-Papua Barat, OPD Diminta Fokus

Bagikan Artikel ini:

KAIMANANEWS.COM- Kabupaten Kaimana berada di urutan tertinggi ke-9 prevalensi stunting di Papua Barat berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2022 dengan persentase 28,5 dan perkiraan jumlah Balita Stunting mencapai 1.967.

Hal ini disampaikan Kepala Bappeda Papua Barat, Dance Sengkek melalui Kepala Bidang Pembangunan Manusia dan Masyarakat Bappeda Provinsi Papua Barat, Deassy D. Tetelepta dalam Rapat Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Kaimana Tahun 2022 di Ruang Rapat Kantor Bupati Kaimana, Rabu (2/11/2022).

Deassy mengatakan, prevalensi stunting tertinggi pertama berada di Kabupaten Pegunungan Arfak yakni 40,1 dengan perkiraan jumlah Balita stunting 1.107 dan terendah berada di Kota Sorong yakni 19,9 dengan perkiraan jumlah Balita stunting 5.036.

Sementara sepuluh daerah lainnya yakni Kabupaten Sorong Selatan berada di angka 39,6 dengan perkiraan jumlah Balita stunting 2.225; Kabupaten Tambrauw 39,9 dengan perkiraan jumlah Balita stunting 682; Kabupaten Maybrat 34,5 dengan perkiraan jumlah balita stunting 818.

Baca Juga:  Kadis PPO Minta Persoalan Pelajar Kenakan Atribut BK Tidak Dipolitisir

Kabupaten Raja Ampat 31,1 dengan perkiraan jumlah balita stunting 1.795; Kabupaten Teluk Wondama 31,0 dengan perkiraan jumlah balita stunting 1.353; Kabupaten Sorong 28,7 dengan perkiraan jumlah balita stunting 2.539; Kabupaten Manokwari Selatan 28,5 dengan perkiraan jumlah balita stunting 689.

Kabupaten Teluk Bintuni 27,5 dengan perkiraan jumlah balita stunting 2.004; Kabupaten Manokwari 26,9 dengan perkiraan jumlah balita stunting 4.547; Kabupaten Fakfak 26,0 dengan perkiraan jumlah balita stunting 2.057.

Deassy meminta Pemerintah Kabupaten Kaimana, dalam hal ini OPD terkait untuk lebih fokus melakukan upaya percepatan penurunan stunting melalui kegiatan yang benar-benar bisa menurunkan stunting .

“Rapat koordinasi ini digelar untuk menindaklanjuti rapat para kepala daerah di Sorong beberapa waktu lalu. Kami dari Bappeda provinsi mau mengarahkan supaya teman-teman di kabupaten bisa fokus bagaimana menetapkan kegiatan yang bisa membantu percepatan penanggulangan stunting karena setiap daerah itu punya masalah yang berbeda-beda,” ujar Deassy.

Baca Juga:  Tutup Musrenbang RPJMD, Bupati: Membangun Kaimana Tanggungjawab Kita Bersama

Harapan yang sama juga disampaikan Sekretaris Daerah, Donald R. Wakum. Ia mengajak OPD terkait, baik Dinas Kesehatan, Dinas Sosial Pengendalian Penduduk dan KB, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung, Bappeda, maupun para kepala distrik agar lebih fokus dan bersama-sama membangun komitmen guna mempercepat penurunan stunting di Kabupaten Kaimana.

Sekda ingatkan, upaya penurunan stunting merupakan kerja tim sehingga tidak bisa hanya dilimpahkan pada salah satu OPD. “Ini kerja tim, tidak bisa dikerjakan sendiri. Jadi semua unsur harus terlibat, siapa mengerjakan apa itu harus jelas dan terkoordinir dengan baik,” tegasnya dihadapan perwakilan OPD terkait. |RED|KN1|  


Bagikan Artikel ini:

Check Also

DPRK Kaimana akan Panggil Disperindagkop dan Pertamina Jika Antrean Panjang Pertalite Berlanjut

Bagikan Artikel ini: KAIMANANEWS.COM – Komisi B DPRK Kaimana akan berkoordinasi dengan Dinas Perindagkop UMKM terkait …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *