Home / Pendidikan / Anggota Komisi A DPRK Kaimana Sambangi SLB Negeri Terpadu

Anggota Komisi A DPRK Kaimana Sambangi SLB Negeri Terpadu

Bagikan Artikel ini:

KAIMANANEWS.COM – Anggota Komisi A DPRK Kaimana, Selasa (12/8/2025) menyambangi Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Terpadu Kaimana yang beralamat di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Bantemi Kaimana.

Kunjungan anggota Komisi A yang terdiri dari Marthina Putnarubun, Mimi Selly, Ronial Rantetasak yang dipimpin langsung Ketua Komisi A DPRK Hardiman ini, disambut pelaksana tugas Kepala SLBN Terpadu, Monika Mira Saludung.

terpantau, selain melihat dari dekat kesiapan bangunan sekolah dan fasilitas pendukung, dalam kunjungan tersebut anggota Komisi A juga mengecek kondisi jalan masuk sekaligus mencari kebenaran informasi terkait akses jalan masuk menuju sekolah yang dikabarkan masih bermasalah.

Ketua Komisi A, Hardiman saat dikonfirmasi mengatakan, DPRK Kaimana mengapresiasi atas hadirnya sekolah luar biasa di Kaimana. Namun ia membenarkan bahwa ada persoalan pada akses jalan menuju sekolah. Untuk itu, persoalan tanah tersebut, harus diselesaikan terlebih dahulu agar tidak menimbulkan persoalan dikemudian hari.

Baca Juga:  Dinas Pendidikan Wajib Beri Perhatian Khusus Terhadap Pendidikan Anak Asli Papua di Kampung-Kampung

“Guru sudah siap, murid juga sudah ada tapi akses jalannya belum ada. Makanya kita di kabupaten ini langsung melihat ke lapangan. Kalau nanti jalan ini tidak diselesaikan, kita mau lewat mana. Ini harus dikomunikasikan karena informasi tadi masih tanahnya orang. Harus didudukkan bersama supaya nanti dibelakangan hari tidak ada permasalahan,” ungkapnya.

Dikatakan, DPRK dan Pemerintah Kabupaten Kaimana tidak mungkin lepas tangan melihat permasalahan ini karena sekolah ini hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat Kaimana, terutama orangtua yang ingin anaknya yang mengalami kecacatan dan keterbelakangan mental dididik di sekolah khusus ini.

Baca Juga:  Bupati Kaimana Teken Kesepakatan Kerja Sama Beasiswa dengan Universitas Pelita Harapan  

“Kita di kabupaten tidak lepas tangan. Ada penyampaian dari guru seperti ini, paling nggak kita turut andil biar cepat menginformasikan kepada pemerintah daerah sini. Nanti hasil dari sini, kita panggil Kepala Dinas Pendidikan bagaimana solusinya. Kalau bisa secepatnya, ini kan soal tata ruangnya jalan terutama ya, kalau koordinasinya dipercepat sekolah bisa digunakan,” ungkapnya.

Hardiman juga berharap, koordinasi antara provinsi dan kabupaten terus terbangun agar persoalan akses jalan menuju SLB bisa terselesaikan.

“Harapan kita supaya provinsi dan kabupaten saling koordinasi, saling membantu supaya terlaksana pembuatan jalan ini. Kendalanya hanya jalan, fasilitas gedung saya kira sudah siap, meja kursi perlu dilengkapi. Tinggal air dan listrik, kalau sudah ada kan udah enak,” pungkasnya. |isw|


Bagikan Artikel ini:

Check Also

PPPK Guru yang Dibantukan di Swasta Wajib Kembali ke Sekolah Negeri Sesuai Formasi

Bagikan Artikel ini: KAIMANANEWS.COM – Kekurangan guru masih menjadi problematika di sejumlah sekolah, terutama yang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *