Home / Berita Utama / BKSDA Papua Barat Gelar Konsultasi Publik RPJP SM Pulau Venu

BKSDA Papua Barat Gelar Konsultasi Publik RPJP SM Pulau Venu

Bagikan Artikel ini:

KAIMANANEWS.COM – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Manokwari, Provinsi Papua Barat, Senin (11/9/2023) menggelar Konsultasi Publik Rencana Pengelolaan Jangka Panjang (RPJP) SM Pulau Venu tahun 2024-2033.

Kegiatan yang dihelat di Grand Papua Hotel melibatkan, Dinas Kehutanan Kaimana, Dinas Perikanan dan Kelautan Kaimana, Dinas Lingkungan Hidup Kaimana, Bappeda Kaimana, Kepala Distrik Buruway, Kapolsek Buruway, Yayasan Konservasi Indonesia, Tokoh Adat, Kepala Kampung, KSDA Wilayah Kaimana, dengan menghadirkan Narasumber dari UNIPA Dr. Anton Silas Sineri, S.Hut. MP.

Kepala Bidang KSDA Wilayah II Manokwari Eko B Supriyadi, S.Hut menerangkan, Konsultasi publik ini dilakukan dalam rangka untuk memperoleh masukan dan ide yang kreatif dan inovatif dari semua pihak baik masyarakat adat maupun stakeholder terkait, sebagai penyempurnaan dari dokumen pengelolaan yang telah disusun.

Baca Juga:  Belanja Daerah Tahun 2023 Dianggarkan Sebesar Rp.1,3 Triliun

Lanjut dia, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Papua Barat, sebagai salah satu unit pelaksana teknis Ditjen KSDAE, Kementerian Lingkungam Hidup dan Kehutanan yang mengelola kawasan konservasi seluas 1.7 juta Ha, sebagai fungsi pengelola kawasan konservasi.

“Kawasan konservasi terbagi menjadi 2 yakni kawasan suaka alam (KSA) dan kawasan pelestarian alam (KPA) rencana pengelolaan jangka panjang (RPJP) dan pengelolaan jangka pendek (RPJPn) yang disusun dalam jangka waktu 10 tahun untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi, akuntabilitas serta memastikan keterlibatan publik dalam pengelolaan.

Baca Juga:  Ditemukan Luka Sayat dan Luka Memar di Tubuh Wanita Tak Bernyawa di Pantai Simora

Dijelaskan, Konsultasi Publik ini merupakan langkah awal dalam tahapan pengelolaan, yang akan didiskusikan adalah kawasan serta kondisi serta melihat komponen yang mempengaruhi baik ancaman maupun gangguan.

“SM Pulau Venu memiliki potensi keanekaragaman hayati dan ekosistem yang cukup tinggi yang tidak terlepas dari ancaman, dalam pengelolaannya penting untuk mempertimbangkan segala aspek, untuk mempertahankan flora dan fauna merupakan tugas bersama karena kawasan konservasi merupakan aset berharga,” tutupnya. |SMI|RED|

 

 


Bagikan Artikel ini:

Check Also

Juli Hingga Oktober, Papua Barat Berlakukan Pengurangan dan Penghapusan Sanksi Administrasi Pajak Ranmor

Bagikan Artikel ini: KAIMANANEWS.COM – Kepala Kantor UPT Samsat Kaimana, Andy Kusuma menegaskan bahwa Pemerintah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *