
KAIMANANEWS.COM – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO) Kabupaten Kaimana menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penulisan Ijazah dan Rapat Koordinasi (Rakor) Kepala Sekolah Jenjang SD dan SMP se-wilayah Kabupaten Kaimana, 15-18 Juli 2025.
Bimtek dan Rakor yang digelar di Gedung Pertemuan GPI Rehobot Kaimana ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kaimana, Drs. Ray Ratu D. Come, M.M, Selasa (15/7/2025).
Ketua Panitia Pelaksana Kegiatan, Novalin S. Manusiwa, S.Pd saat dikonfirmasi disela kegiatan menjelaskan, Bimtek dan Rakor Kepala Sekolah tingkat SD dan SMP ini digelar untuk menyamakan persepsi terkait penulisan ijazah, mengingat mulai tahun pelajaran 2025/2026 ini, ijazah siswa akan terbit dalam bentuk elektronik.
“Bimtek dan Rakor ini digelar untuk menyamakan persepsi masing-masing kepala sekolah, karena tahun lalu itu ijazahnya manual, sekarang mulai tahun 2025/2026 sudah elektronik. Kalau ijazah manual itu tanggal penulisan ijazah semua sama, tapi untuk ijazah elektronik ini, karena ini baru di seluruh Indonesia termasuk Kaimana jadi kita kumpulkan semua kepala sekolah melalui Bimtek dan Rakor ini,” terang Nova biasa disapa.
Lebih lanjut Kepala Seksi Kurikulum dan Sistim Penilaian pada Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Dinas Dikpora Kaimana ini juga menjelaskan, untuk ijazah elektronik ini sistim kerjanya, dari sekolah upload SPTJM (Surat Pertanggung Jawaban Mutlak) ke link yang tersedia di dinas, selanjutnya tiga hari kemudian nomor ijazah keluar dan bisa dicetak.
Namun tahun ini, karena semua sekolah di Kaimana tidak sama pada saat upload SPTJM, sehingga tanggal penulisan ijazah untuk masing-masing sekolah berbeda. “Jadi hari ini semua kepala sekolah duduk bersama menyamakan persepsi supaya tahun depan bisa bersamaan dalam mengupload SPTJM dan tanggal penulisan ijazah karena tahun-tahun sebelumnya semua sama,” ungkapnya.
Mantan guru SMP Negeri 1 Kaimana ini menambahkan, Bimtek dan Rakor ini diikuti 114 peserta, yang berasal dari jenjang SD 95 orang dan SMP 19 orang sesuai jumlah sekolah SD dan SMP yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Kaimana.
“Kami wajibkan semua sekolah hadir. Jadi pesertanya saat ini jenjang SD 95 orang dan SMP 19 sehingga total 114 orang. Kalau pun ada kepala sekolahnya yang berhalangan, kebetulan ada yang sedang mengikuti pelatihan terkait dana revitalisasi dan dana BOSDA di Sorong, maka harus ada satu guru yang mewakilinya karena kegiatan ini sangat penting,” tegasnya.
Nova berharap, melalui Bimtek dan Rakor Kepala Sekolah ini, penerbitan ijazah elektronik untuk siswa-siswi tingkat SD dan SMP di Kabupaten Kaimana berjalan sesuai ketentuan yang berlaku dan tidak mengalami kendala. |isw|


KAIMANA NEWS Media Informasi Publik