Home / Berita Utama / Entas Buta Aksara, WKRI Kaimana Bimbing Belasan Anak Dalam Program ‘WKRI Mengajar’  

Entas Buta Aksara, WKRI Kaimana Bimbing Belasan Anak Dalam Program ‘WKRI Mengajar’  

Bagikan Artikel ini:

  

KAIMANANEWS.COM – Pengurus Cabang Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Santo Martinus Kaimana memulai kiprahnya di bidang pendidikan dengan membimbing 15 anak melalui program ‘WKRI Mengajar’ tahap pertama tahun 2026.

Program yang digagas Bidang Pendidikan WKRI Kaimana dengan koordinator bidang, Lisa Yamro, S.Pd ini, telah dimulai sejak Januari 2026, yang diawali dengan kegiatan membangun komunikasi dan koordinasi dengan sejumlah sekolah yang ada di Kota Kaimana.

Terkait program ini, Ketua DPC WKRI Santo Martinus Kaimana, Lidia Wanggabus, S.K.M., M.M saat ditemui disela kegiatan belajar mengajar, Rabu (18/3/2026) petang, menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari program WKRI Santo Martinus, dalam rangka membantu pemerintah mengentaskan buta aksara.

Program ini lanjutnya, digagas setelah melihat fakta lapangan bahwa masih ada anak Kaimana hingga usia SLTA yang belum lancar membaca, menulis dan berhitung, sehingga WKRI berupaya mengantisipasi dan meminimalisir fakta ini.

Baca Juga:  Ikan Diduga Berformalin Ditemukan di Pasar Ikan Air Tiba

“Jadi kegiatan belajar mengajar yang kami lakukan ini merupakan program kerja kami WKRI, yang salah satu tujuannya adalah membantu pemerintah menurunkan angka buta aksara. Kami melihat fakta lapangan bahwa masih ada anak yang sampai SMA belum bisa membaca. Kami ingin meminimalisir itu agar jangan sampai anak-anak emas kita kedepan tidak bisa membaca,” ungkapnya Area Goa Maria Gereja Katolik Pra Paroki Santa Marta Krooy.

Program WKRI Mengajar ini sebut Lidia, menyasar pada kelompok anak SD Kelas 1-3 yang betul-betul belum mengenal huruf dan angka, serta anak yang sudah mengenal huruf dan angka tetapi belum bisa membaca.

Sekretaris Dinas Sosial Kaimana ini juga menjelaskan, kegiatan ini akan digelar dalam tiga tahap selama satu tahun berjalan, dengan target setiap tahun ada 50 anak yang dibimbing hingga bisa membaca, menulis dan berhitung.

“Fokus kami adalah anak-anak SD Kelas 1 sampai 3 yang memang betul-betul belum mengenal huruf dan angka, serta yang sudah mengenal huruf dan angka tetapi belum bisa membaca. Kegiatan ini akan berjalan selama tiga tahun masa bakti kami, dimana setiap tahun itu ada tiga tahap kegiatan. Kita targetkan ada 50 anak setiap tahun yang dibimbing hingga bisa membaca, menulis dan berhitung,” terang Lidia.

Baca Juga:  22 Medali Emas Hantar Kaimana Raih Juara Umum MTQ VII

Diakui, dari jumlah 30 anak yang mendaftar, hanya 15 yang diakomodir karena keterbatasan fasilitas dan tenaga pengajar sukarela (volunteer) yang dimiliki WKRI. Untuk itu, ia berharap, kegiatan ini mendapat dukungan dari semua pihak, terutama untuk kelancaran proses belajar mengajar.

“Jumlah peserta didik sebetulnya ada 30 anak, tetapi kami hanya mampu 15 orang karena kami mengalami keterbatasan fasilitas dan juga volunteer untuk mengajar sehingga sementara ini memberdayakan ibu-ibu WKRI yang memang punya pengalaman dalam proses belajar mengajar anak-anak tingkat TK dan SD,” pungkasnya. |isw|


Bagikan Artikel ini:

Check Also

Sambut Idul Adha 1447 Hijriah, Bupati Kaimana Serah Bantuan 33 Ekor Sapi Kurban  

Bagikan Artikel ini: KAIMANANEWS.COM – Bupati Kaimana, Drs. Hasan Achmad, M.Si menyerahkan secara simbolis bantuan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *