Home / Berita Utama / Joulanda ke Peserta Pelatihan Puskesmas Poned: Percuma Belajar Kalau Tidak Disiplin

Joulanda ke Peserta Pelatihan Puskesmas Poned: Percuma Belajar Kalau Tidak Disiplin

Bagikan Artikel ini:

KAIMANA- Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petugas dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi, Dinas Kesehatan Kabupaten Kaimana melaksanakan pelatihan Puskesmas Poned melibatkan para dokter, bidan dan perawat dari setiap Puskesmas.

Pelatihan Pelayanan Obstetri Neonatus Essensial Dasar (Poned) yang menghadirkan nara sumber 2 dokter spesialis obstetric dan ginekologi, dokter spesialis anak dan umum, serta para bidan senior  ini, dibuka Sekretaris Dinas Kesehatan, dr. Joulanda Mentang, MM, Jumat (23/11).

“Poned ini penting sekali dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Kita tau bahwa komplikasi terhadap ibu biasanya ada infeksi, pendarahan, pada bayi juga ada asfeksia, berat badan bayi rendah lalu infeksi. Ini semua menjadi tanggungjawab kita bersama baik dokter maupun bidan di wilayah tugas masing-masing,” ujar Joulanda.

Baca Juga:  Mulai Besok, Wings Air Hentikan Layanan ke dan dari Kaimana Selama 1 Bulan

Dikatakan, untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, terutama ibu dan bayi yang menjadi sasaran Poned, pelayanan, seorang petugas selain memiliki keterampilan khusus, juga dituntut untuk disiplin dengan selalu berada di tempat tugas.

“Biar ilmu tinggi, tapi kalau kita tidak disiplin maka ilmu itu tidak akan ada gunanya. Seperti sekarang ini, percuma ikut pelatihan Poned, kalau besok tidak ada di kampung. Atau nanti tunggu sudah terjadi pendarahan, asfeksia dan lainnya baru muncul di kampung, itu sia-sia saja. Kita semua diajarkan untuk disiplin, maka harus bekerja dengan etika,” ungkapnya.

Baca Juga:  Kapolres Kaimana Gelar Buka Puasa Bersama Insan Pers

Di tempat yang sama, ketua panitia kegiatan, Maria Katarina Adopak, A.Md.Keb menjelaskan, kegiatan ini ditujukan agar peserta dapat melaksanakan prosedur standar pelayanan kegawatdaruratan obstetri neonatal pada tingkat pelayanan kesehatan primer.

“Serta dapat mengambil keputusan klinik secara tepat dan cepat pada kasus dengan kegawatdaruratan obstetri neonatal. Selain itu juga dapat mengenali dan mengambil keputusan klinik secara benar pada kasus kegawatdaruratan tunggal maupun yang terintegrasi, dan lainnya,” ungkap Kasi KIA Bidang Kesga Dinkes Kaimana ini. |CR11|IWI|


Bagikan Artikel ini:

Check Also

Juli Hingga Oktober, Papua Barat Berlakukan Pengurangan dan Penghapusan Sanksi Administrasi Pajak Ranmor

Bagikan Artikel ini: KAIMANANEWS.COM – Kepala Kantor UPT Samsat Kaimana, Andy Kusuma menegaskan bahwa Pemerintah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *